PAD Meningkat, Keuangan Kabupaten Solok Stabil Tanpa Defisit
- 23 Jan 2026 05:23 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang: Pemerintah Kabupaten Solok mencatatkan kondisi keuangan yang stabil dan tidak mengalami defisit pada realisasi Tahun Anggaran (TA) 2025. Stabilnya keuangan daerah tersebut ditopang oleh peningkatan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik mencapai Rp23 miliar dibandingkan tahun 2024.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Solok, Hendriyanto mengatakan, pada tahun 2024 PAD Kabupaten Solok ditargetkan sebesar Rp120,9 miliar dan terealisasi 78 persen atau sekitar Rp. 94,3 miliar. Sementara pada tahun 2025, target PAD meningkat menjadi Rp145,5 miliar dengan realisasi mencapai 85 persen atau sebesar Rp123,5 miliar.
“Capaian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. PAD tahun 2025 naik lebih kurang Rp25 miliar dibandingkan realisasi tahun 2024,” ujar Hendriyanto, Kamis 22 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sebagai perangkat daerah yang bertugas pada sub keuangan pengelolaan Pendapatan PAD, Bapenda Kabupaten Solok memaksimalkan sumber-sumber pendapatan yang dapat menopang kekuatan fiskal daerah. Mulai dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, hingga PAD lainnya yang sah.
“Peningkatan PAD tahun 2025 ini tidak terlepas dari sejumlah strategi yang dijalankan. Di antaranya peningkatan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra, seperti Perbankan , Notaris dan pihak ketiga lainnya, dalam menggali potensi pendapatan, termasuk melalui program ekstensifikasi,” kata Hendriyanto.
Selain itu, Bapenda juga gencar melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku usaha, baik restoran, penginapan, maupun pelaku usaha lainnya. “Bapenda juga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan digitalisasi melalui aplikasi online yang terintegrasi dengan perbankan,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, Hendriyanto menyebut, sejumlah langkah strategis akan dilakukan, mulai dari optimalisasi pemungutan dan penagihan pajak, pelaksanaan Rapat Gelar Pendapatan untuk mengukur potensi riil PAD, hingga penguatan ekstensifikasi dan intensifikasi pendapatan daerah. “Sinergitas antar OPD dan mitra seperti perbankan, notaris, dan pihak ketiga lainnya akan terus diperkuat. Seluruh pelaku usaha juga akan diarahkan menggunakan sistem digital, terutama dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah,” katanya
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, mengapresiasi kinerja Bapenda yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas keuangan daerah. Menurutnya, capaian tersebut juga merupakan hasil dari pemisahan bidang pendapatan yang sebelumnya berada di bawah Badan Keuangan Daerah (BKD) menjadi OPD definitif.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras jajaran Bapenda. Kontribusinya sangat signifikan bagi stabilitas keuangan Pemkab Solok di tahun 2025. Ini merupakan hasil dari kebijakan menjadikan bidang pendapatan sebagai OPD definitif,” kata Sekda.
Ia berharap pada tahun 2026, Bapenda Kabupaten Solok dapat bekerja lebih proaktif dan memberikan hasil yang maksimal bagi daerah. Selain itu, Sekda Medison juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Solok yang dinilai semakin sadar akan kewajibannya dalam membayar pajak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....