Bencana Hidrometeorologi Tekan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2025

  • 05 Jan 2026 19:46 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat (Sumbar) meprakirakan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada 2025 kurang menggembirakan. Kepala BI Sumbar, Abdul Majid Ikram mengatakan, perteumbuhan ekonomi provinsi ini dari triwulan satu sampai tiga cenderung melambat. Kondisi dimaksud cenderung berlanjut sampai triwulan empat karena adanya bencana hidrometeorologi di akhir November.

“Kami tidak terlalu optimisitis, pertumbuhan ekonomi Sumbar bisa sesuai proyeksi. Akhir tahun yang menjadi peak season, biasanya terjadi pertumbuhan di sektor pariwisata, ternyata daerah kita mengalami bencana hidrometeorologi. Hal itu juga menurunkan daya beli masyarakat,” ucapnya, Senin (5/1/2026).

Menurut Majid, secara keseluruhan pada 2025 diperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumbar berada di rentang 3,3 sampai 4,1 persen. “Condongnya pertumbuhan ekonomi ke arah 3 ,5 persen,” ujarnya.

Sementara itu, catatan pertumbuhan ekonomi Sumbar 2025 mengalami perlambatan. Pada triwulan satu 2025 sebesar 4,66 persen. Lalu melambat pada triwulan dua 3,94 persen. Kemudian di triwulan tiga 3,36 persen.

Meski mengalami perlambatan ekonomi pada 2025, namun BI Sumbar memproyeksikan pada 2026 ekonomi Sumbar bisa tumbuh mencapai 4 persen. Menurut Majid, langkah yang harus dilakukan untuk pemulihan ekonomi daerah yakni pemulihan infrastruktur pertanian dan penguatan UMKM.

“Perbaikan sistem pengairan dan irigasi di lahan terdampak perlu cepat dilakukan. Jika penanganan lambat, berisiko pada hilangnya luas lahan produktif secara permanen. Pemulihan harus dilakukan secara konsisten agar ekonomi Sumbar mampu bertahan di angka 4 persen pada 2026 mendatang,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....