Harga Emas Antam Diperkirakan Meroket Jelang Ramadan 1447

  • 25 Jan 2026 16:30 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Harga emas Antam diperkirakan makin meroket menjelang Ramadhan 2026. Lonjakan harga emas dunia saat ini berdampak langsung pada pasar domestik.

Hal itu diungkapkan Ani, nasabah Pegadaian Area Padang yang ditemui RRI, Senin, (19/1/2026) usai bertransaksi ekonomi . Menurutnya, investasi emas memungkinkan nasabah aman dari risiko merugi. Oleh sebab itu, Ani yang sudah dua tahun terakhir menjadi nasabah setia berharap, aset yang diinvestasikan, suatu ketika dapat dimanfaatkan untuk keperluan tertentu, misalnya bukan usaha dan lainnya.

Menurutnyam lonjakan harga tidak hanya dialami emas batangan, tetapi juga berdampak pada emas perhiasan. Kondisi tersebut terjadi karena setiap kenaikan harga logam mulia secara umum akan diikuti oleh peningkatan harga emas perhiasan di pasaran, sebagaimana diungkapkan Anto, pemilik Toko Emas Sejoli di Pasar Raya Padang. Menurutnya, harga logam mulia saat ini sudah berada pada level tinggi dan masih memiliki ruang untuk menguat menjelang Ramadhan.

“Memasuki bulan Februari, mendekati bulan puasa, sangat mungkin harga logam mulia itu naik lagi, bahkan bisa menyentuh lebih dari 3 juta,” ujarnya, Senin, (19/1/2026).

Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat kenaikan harga emas di pasar domestik. Ketidakpastian ekonomi global dinilai semakin menekan pergerakan rupiah itu sendiri sehingga berdampak langsung pada penguatan harga logam mulia di dalam negeri.

Anto memperkirakan, lonjakan harga emas tertinggi terjadi sebelum Ramadhan, dengan Februari menjadi periode krusial dalam pergerakan harga emas tahun ini karena berpotensi menjadi fase puncak kenaikan.

Kendati demikian kenaikan harga emas tidak bersifat sesaat atau hanya dipicu momentum Ramadhan dan lebaran. Menurutnya, tren penguatan emas masih berpotensi berlanjut dalam jangka menengah hingga panjang.

Hal senada diungkapkan salah seorang pembeli di Toko Ems Sejoli. Menurut wanita yang berprofesi sebagai dosen pada salah satu perguruan tinggi di Kota Padang, ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, dinamika politik internasional, serta pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang mendorong penguatan harga logam mulia.

“Kondisi yang tak menentu dan perang dagang menyebabkan harga emas dunia melonjak dan berdampak terhadap penguatan logam mulia di dalam negeri,” ujarnya.

Tidak heran jika saat ini, masyarakat berburu emas untuk keperluan berinvestasi. Emas menjadi aset primadona yang dalam kondisi apa pun nilainya tidak pernah luntur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....