Tradisi Malamang Rawat Kebersamaan Masyarakat Padang Pariaman

  • 24 Agt 2026 12:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Tradisi malamang kembali menjadi ruang bagi masyarakat Padang Pariaman untuk merawat kebersamaan sekaligus mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Proses pembuatan lamang dalam rangkaian Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 juga memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.

Tradisi tersebut digelar pada hari kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 di Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Parit Malintang, Senin, 24 Agustus 2026. Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat turut mengikuti langsung prosesi pembuatan lamang.

Bagi masyarakat Minangkabau, malamang tidak hanya berkaitan dengan makanan tradisional. Proses pembuatannya mengandung nilai kebersamaan, kesabaran, gotong royong dan rasa syukur yang diwariskan secara turun-temurun.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengapresiasi Bundo Kanduang dan masyarakat yang terus mempertahankan tradisi tersebut. Menurutnya, keberlangsungan malamang menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bundo Kanduang dan seluruh pihak yang telah menjalankan prosesi malamang ini. Lalu mengajari kami membuat lamang,” ujar John.

Ia berharap seluruh rangkaian Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah, masyarakat, tokoh adat dan berbagai unsur lainnya.

“Mudah-mudahan kegiatan yang kita lakukan hari ini mendapat ridho dan lindungan Allah SWT. Semoga seluruh rangkaian Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 berjalan lancar dan sukses,” katanya.

John juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Kebersihan dinilai penting agar masyarakat maupun pengunjung dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.

Prosesi malamang diawali dengan persiapan bahan oleh panitia bersama Bundo Kanduang sehari sebelumnya. Mulai dari memilih bambu, menyiapkan daun pisang hingga meracik ketan dan santan dilakukan secara bersama-sama sebelum proses pembakaran lamang.

Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 tidak hanya menjadi ruang perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan adat dan budaya daerah. Melalui tradisi malamang, masyarakat kembali menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus hidup ketika dijaga dan dilakukan bersama lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....