81 Tahun Indonesia Merdeka, Momentum Kemerdekaan Harus Jadi Bahan Introspeksi
- 18 Agt 2026 03:53 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Memasuki 81 tahun kemerdekaan, momentum tersebut dinilai penting untuk melakukan refleksi terhadap berbagai persoalan bangsa sekaligus memastikan nilai-nilai perjuangan tetap relevan bagi generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Dr. Hary Efendi Iskandar, M.A., Sejarawan Universitas Andalas (UNAND), dalam Dialog Interaktif bertema “Relevansi Perayaan Kemerdekaan di Era Kini.” Menurutnya, peringatan hari-hari penting nasional seharusnya menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan bangsa dari masa ke masa.
"Lazimnya untuk peringatan hari penting itu muhasabah penting sebenarnya. Ini kita sudah 81 tahun merdeka, keadaan kita tidak banyak berubah, ekonomi kita masih terpuruk, kemiskinan masih sangat banyak, kebebasan kita mungkin juga masih tidak bebas dalam arti sesungguhnya," ujar Hary.
Menurutnya, perayaan kemerdekaan perlu diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan hiburan maupun seremoni tahunan. Nilai kemerdekaan harus diterjemahkan ke dalam pertanyaan mengenai sejauh mana cita-cita para pendiri bangsa telah diwujudkan dan apa yang masih perlu diperbaiki.
Di sisi lain, tantangan lain muncul dalam upaya menanamkan pemahaman sejarah kepada generasi muda. Perubahan pola konsumsi informasi membuat pendekatan konvensional dalam menyampaikan sejarah perlu disesuaikan dengan karakter generasi saat ini.
Hary menilai teknologi dan berbagai platform digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendekatkan sejarah kepada anak muda. Penyampaian kisah perjuangan bangsa melalui video pendek, media sosial, podcast, gim edukasi, maupun format digital lainnya dapat menjadi alternatif agar sejarah terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.
| Baca juga: Langkah Awal Menghadapi Anak Tantrum |
"Bagaimana caranya kita agar peristiwa-peristiwa bersejarah itu bisa lekat dalam pikiran dan sanubari anak muda, kita memang harus beradaptasi juga. Kalau kita tidak berinovasi juga, tidak melakukan transformasi juga dalam soal tool, bagaimana bisa mereka mengetahui, memahami dengan cara-cara anak muda sekarang juga akan menjadi hambatan," jelasnya.
Menurutnya, transformasi cara menyampaikan sejarah bukan berarti mengubah substansi sejarah. Justru, inovasi diperlukan agar pesan dan nilai dari peristiwa masa lalu dapat diterima tanpa kehilangan konteks dan maknanya.
Peringatan kemerdekaan juga dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memahami bahwa kemerdekaan bukanlah sebuah kondisi yang selesai setelah Indonesia terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan merupakan proses panjang yang membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengembangkan kehidupan demokratis.
Karena itu, perayaan 17 Agustus di era kini diharapkan tidak hanya menghadirkan semangat kompetisi dan hiburan, tetapi juga ruang refleksi. Dengan memadukan nilai sejarah dan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman, semangat kemerdekaan dapat terus hidup dan memiliki makna bagi generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....