Komunitas Basiba Dorong Generasi Muda Kenali Baju Kuruang Basiba dari Lingkungan
- 13 Jun 2026 13:30 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Eksistensi baju kuruang basiba di kalangan generasi muda saat ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Komunitas Basiba Sumatera Barat. Meski masih digunakan dalam sejumlah kegiatan adat dan budaya, penggunaan pakaian tradisional tersebut dinilai semakin berkurang di kalangan anak muda.
Ketua Umum Komunitas Basiba Sumatera Barat, Ir. Ramayati, SH, mengatakan bahwa upaya pelestarian baju kuruang basiba harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, para ibu memiliki peran penting dalam memperkenalkan pakaian adat tersebut kepada anak-anak sejak usia dini.
Ramayati mengungkapkan bahwa masih banyak perempuan Minangkabau yang mencintai dan menggunakan baju kuruang basiba hingga saat ini. Hal tersebut terlihat dari antusiasme masyarakat dalam berbagai kegiatan budaya, termasuk parade baju basiba yang diikuti ribuan peserta di Jam Gadang, Bukittinggi.
Untuk menjaga keberlanjutan penggunaan pakaian tradisional itu, ia berharap setiap perempuan Minangkabau setidaknya memiliki satu baju kuruang basiba di rumah. “Kita berharap semua ibu-ibu punya satu saja baju basiba di dalam lemarinya, tidak perlu banyak-banyak,” ujarnya, Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurutnya, keberadaan baju kuruang basiba di rumah dapat menjadi sarana edukasi sederhana bagi anak-anak. Ketika melihat orang tua mengenakannya, anak akan terdorong untuk bertanya dan mengenal lebih jauh tentang pakaian tradisional Minangkabau tersebut.
Ramayati juga mendorong para ibu untuk mengenakan baju kuruang basiba dalam berbagai kegiatan sosial, seperti arisan atau pertemuan komunitas. “Kalau ada acara arisan atau berkumpul, pakailah baju basiba supaya anak-anak melihat dan memiliki contoh yang bisa diteladani,” katanya.
Selain melalui keluarga, pelestarian baju kuruang basiba juga dapat dilakukan dengan melibatkan anak-anak dalam berbagai kegiatan organisasi dan komunitas. Menurut Ramayati, keterlibatan mereka dalam acara budaya, meskipun hanya sebagai dokumentator atau peserta pendukung, dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.
Ia mencontohkan pengalaman pribadinya yang berhasil menanamkan kecintaan terhadap baju kuruang basiba kepada anaknya sejak kecil. “Anak saya dari kecil selalu saya ajak ke berbagai kegiatan, bahkan saat sidang dan wisuda sarjana maupun magister, dia memakai baju basiba. Alhamdulillah timbul kecintaan dan kesenangan karena baju ini nyaman, longgar, dan cocok dipakai di cuaca panas seperti di Padang,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....