Pemko Padang Perkuat Pelestarian Silek melalui Penguatan Lembaga Adat

  • 12 Jul 2026 00:17 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pelestarian adat dan budaya Minangkabau terus menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam membangun karakter generasi muda. Upaya tersebut diperkuat melalui regulasi daerah yang menjadi landasan pembinaan berbagai tradisi, termasuk seni bela diri silek sebagai warisan budaya khas Minangkabau.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat meresmikan Sasaran Silek Ranah Nuansa Tampat Lua di Lapangan Serba Guna Nuansa Indah 3, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu, 11 Juli 2026. Peresmian itu menjadi bagian dari penguatan budaya lokal melalui Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari.

Maigus mengatakan, Pemko Padang telah menerbitkan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau. Regulasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 sebagai dasar hukum dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya daerah.

"Perda ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022. Regulasi ini menjadi dasar hukum yang kuat untuk mengoptimalkan pelestarian adat dan budaya, salah satunya melalui pembinaan silek sebagai ciri khas nagari sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda," katanya.

Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga diperkuat melalui kegiatan berbasis adat dan keagamaan. Salah satunya melalui Program Smart Surau yang dijalankan di masjid dan musala dengan mengembangkan gerakan Remaja Masjid Reborn.

Melalui program tersebut, berbagai kegiatan seni dan budaya seperti silek serta randai akan terus didorong agar semakin diminati generasi muda. Maigus menilai, penguatan identitas budaya menjadi bekal penting dalam membangun karakter anak nagari di tengah perkembangan zaman.

Ia juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat Kecamatan Koto Tangah yang telah berperan aktif menghidupkan kembali sasaran silek. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, ninik mamak, guru tuo silek, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya Minangkabau.

Sementara itu, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Koto Tangah, Ahlidir, menyambut baik kehadiran Sasaran Silek Ranah Nuansa Tampat Lua sebagai wadah pelestarian budaya. Ia berharap pembinaan silek mendapat dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Padang dan seluruh pemangku kepentingan.

"Kami berharap pembinaan silek dapat diperkenalkan secara lebih luas dan terstruktur melalui kerja sama dengan IPSI, pemerintah kota, serta sekolah-sekolah yang ada di Kota Padang. Dengan demikian, anak-anak sejak usia dini sudah mengenal dan mempelajari silek sebagai bagian dari benteng pertahanan karakter mereka," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....