Pengamat Sosial: Tradisi Mudik Lebaran Bertahan Kuat dari Generasi ke Generasi
- 09 Mar 2026 14:19 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Hari Raya Idul Fitri tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga memunculkan berbagai dinamika sosial yang terus berulang setiap tahunnya. Tradisi yang paling menonjol adalah tingginya mobilitas masyarakat menjelang hingga setelah Lebaran, terutama melalui budaya mudik ke kampung halaman.
Pengamat sosial dari Universitas Andalas Padang Dr. Indraddin menilai, Lebaran telah menjadi fenomena sosial dan budaya yang sangat kuat di tengah masyarakat. Tradisi tersebut bahkan terus bertahan dari generasi ke generasi tanpa mengalami perubahan berarti.
Menurutnya, budaya mudik sudah mengakar sejak lama dan cenderung terus meningkat setiap tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Lebaran bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum berkumpul dengan keluarga di kampung halaman yang telah menjadi tradisi turun-temurun.
“Dari sisi sosial dan budaya, tentu kita bisa pahami bahwa Lebaran ini memang sesuatu yang luar biasa di masyarakat kita. Pada masa Lebaran inilah pergerakan masyarakat sangat tinggi dan budaya mudik itu memang tidak bisa kita pungkiri,” ujarnya, saat menjadi Narasumber Dialog "Padang Menyapa" Pro 1 RRI Padang, Senin, 9 Maret 2026.
Indraddin menjelaskan, setidaknya ada beberapa fenomena sosial yang muncul selama periode Lebaran. Pertama adalah meningkatnya kepadatan lalu lintas akibat mobilitas masyarakat yang tinggi. Selain itu, pusat perbelanjaan juga menjadi lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat menjelang hari raya.
Fenomena lainnya adalah meningkatnya kunjungan ke tempat wisata yang biasanya mulai ramai sejak hari pertama Lebaran hingga beberapa minggu setelahnya. Di sisi lain, kawasan permukiman di kota-kota besar justru menjadi lebih sepi karena banyak warga yang pulang ke kampung halaman.
“Kalau yang ramai itu jalan raya, tempat perbelanjaan, dan tempat wisata. Tapi ada juga yang sepi, biasanya kawasan permukiman di kota karena banyak orang pulang kampung. Jadi memang ada fenomena yang berubah ketika Lebaran datang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga perlu diantisipasi dari sisi keamanan, khususnya di jalan raya. Menurutnya, kemacetan tidak hanya disebabkan oleh jumlah kendaraan, tetapi juga dipengaruhi perilaku pengendara yang sering melanggar aturan, seperti menerobos jalur atau tidak mematuhi sistem buka-tutup arus lalu lintas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....