Dharmasraya Masuk Enam Besar Nasional, Uji Petik PTSP Digelar
- 13 Agt 2026 02:59 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Tim uji petik penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan percepatan pelaksanaan berusaha daerah tahun 2026 hadir di Kabupaten Dharmasraya, Selasa, 11 Agustus 2026. Uji petik dilakukan terhadap Dharmasraya yang masuk enam nomine terbaik nasional dalam penilaian tersebut.
Tim uji petik terdiri dari Dannu Idris dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Eduardo Edwin Ramda dari KPPOD, M. S. Prasetyo dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Satrio dari PT Surveyor Indonesia. Kedatangan tim disambut langsung Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani di Auditorium Dharmasraya.
Dalam sambutannya, Bupati Annisa menyampaikan selamat datang dan penghargaan kepada tim penilai serta tim pendamping yang hadir di Kabupaten Dharmasraya. Menurutnya, kehadiran tim bukan semata-mata agenda penilaian, tetapi menjadi kesempatan menunjukkan pelayanan perizinan yang mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian.
“Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bagaimana pemerintah daerah membangun pelayanan perizinan yang semakin mudah, cepat, transparan. Selain itu juga memberikan kepastian bagi masyarakat serta dunia usaha,” kata Annisa.
Sebelumnya, Pemkab Dharmasraya telah mengikuti pemaparan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada 5 Agustus 2026 sebagai bagian dari tahapan penilaian. Bupati mengatakan melalui uji petik, pemerintah daerah siap menunjukkan bahwa berbagai hal yang disampaikan dalam pemaparan telah diterapkan dalam pelayanan.
“Kami siap menunjukkan bahwa apa yang kami sampaikan dalam pemaparan tersebut bukan hanya konsep, bukan hanya dokumen. Namun, sebagai proses yang benar-benar kami jalankan,” ujarnya.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Dharmasraya, Naldi, mengatakan pihaknya bersama seluruh perangkat daerah terkait telah mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi bagian dari penilaian uji petik. Pelayanan perizinan terus diperkuat melalui digitalisasi, pemanfaatan OSS, pendampingan pelaku usaha, penyederhanaan proses, peningkatan kompetensi aparatur, serta koordinasi lintas perangkat daerah.
Menurutnya, uji petik menjadi kesempatan mendapatkan evaluasi langsung dari tim penilai sekaligus memastikan inovasi pelayanan memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Pemkab Dharmasraya juga menghadirkan Duta Perizinan sebagai bagian dari upaya mendekatkan informasi dan pendampingan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Bupati Annisa menegaskan Pemkab Dharmasraya terbuka terhadap evaluasi dan rekomendasi tim penilai sebagai bahan perbaikan pelayanan ke depan. Menurutnya, pelayanan perizinan memiliki posisi strategis dalam menciptakan kepastian dan kemudahan berusaha, terutama untuk mendorong peningkatan investasi di Kabupaten Dharmasraya.
Pada 2025, realisasi investasi Kabupaten Dharmasraya mencapai sekitar Rp1,368 triliun. Capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan dunia usaha terhadap daerah, terutama pada sektor perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan kelapa sawit, serta real estate dan perumahan.
Namun, kata Bupati, investasi tidak hanya dipandang sebagai angka, tetapi harus memberikan dampak nyata berupa penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi, pendapatan masyarakat, serta peluang bagi UMKM dan usaha masyarakat. “Investasi harus memberikan nilai tambah bagi daerah dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Annisa.
Dharmasraya juga terus mendorong hilirisasi kelapa sawit agar daerah tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi mampu mengembangkan industri pengolahan yang menciptakan nilai tambah. Langkah tersebut diharapkan memperluas lapangan kerja sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....