ICCN Nilai Padang Siap menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO
- 09 Agt 2026 18:10 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sekretaris Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Ida Bagus Agung Gunarthawa menilai Kota Padang berada dalam jalur yang tepat menuju pengakuan jejaring kota kreatif dunia berbasis gastronomi. Hal dimaksud disampaikannya saat menjadi narasumber gelar wicara Talk on Taste bertajuk pengelolaan destinasi berbasis kearifan lokal menyambut Hari Jadi Kota-HJK Padang ke-357 di kawasan Kota Tua, Minggu, 9 Agustus 2026.
Ida Bagus yang merupakan pendiri Samsara Living Museum atau museum hidup berbasis komunitas di Desa Jungutan, Kabupaten Karangasem, Bali mengatakan, Indonesia terkenal dengan kearifan lokal budaya dan cita rasa kuliner. “Kota Padang sudah tepat dan mumpuni menjadi inspirasi besar Indonesia sebagai kota gastronomi pertama untuk diakui UNESCO. Narasinya cukup, cita rasa makanan seperti rendang sudah terkenal di dunia,” ujarnya.
Berangkat dari cita rasa, Kota Padang perlu mengaktivasi komunitas dan ekosistem kuliner otentik yang ada di semua lini. “Padang perlu berinvestasi pada nilai budaya dan lokalitas, karena ini adalah kekuatan positioningnya,” kata Agung.
Bli Agung menambahkan, Kota Padang yang merupakan ibukota provinsi memiliki sumber daya memadai menjadi rujukan internasional terkait gastronomi. “Jika melihat perbandingan dengan letak geografis, Kabupaten Karangasem dan Kota Padang, keduanya bertolak belakang. Samsara Living Museum jauh dari pusat kota, bahkan di kaki Gunung Agung. Tentu, Kota Padang memiliki nilai tambah terkait positioning sejarah yang kuat dengan kota tua-nya dan letak geografis yang berada di garis pantai dan di pusat pemerintahan,” katanya.
Sementara itu, pendiri komunitas Padang Heritage, Ubay mengatakan, untuk menuju pengakuan UNESCO berbasis gastronomi, warga kota harus bergerak aktif mengenalkan potensi kuliner di daerahnya sebagai destinasi unggulan. “Semuanya harus berkolaborasi, komunitas, akademisi, pelaku usaha, warga kota untuk melihat Padang punya keunggulan apa terkait kulinernya. Ini harus diinvetarisasi dengan baik,” katanya.
Menurutnya, komunitasnya yang bergerak di bidang traveler sudah merintis sejak lama pencarian potensi budaya, destinasi kuliner khas yang ada di kawasan Kota Tua Padang. “Kalau kami memang bergerak di sektor traveler dan pemandu wisata, bagaimana komunitas kami mengajak wisatawan menggali potensi kuliner dan bangunan bersejarah yang ada di kawasan ini, lalu kami unggah di media sosial,” ujar Ubay.
Gelar wicara di kawasan kota tua mempertemukan sejumlah tokoh dan pelaku industri kuliner kenamakan di Indonesia untuk membahas potensi gastronomi sebagai bagian penting dari pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Padang. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, praktisi kuliner, komunitas, dan masyarakat dalam membangun narasi besar tentang masa depan gastronomi Padang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....