Kabut Asap Karhutla Tak Ganggu Penerbangan BIM

  • 10 Sep 2026 06:30 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu, 9 September 2026 berjalan normal dan lancar, meski sejumlah wilayah di Sumatera Barat dilanda kabut asap Karhutla dari daerah tetangga. Hal itu diungkapkan Airport Operation, Services and Security Division Head Bandara BIM, Erwin Adiyasha saa dihubungi RRI di Padang.

“Berdasarkan amatan harian, jarak pandang di kawasan bandara masih berada di atas ambang batas minimum keselamatan penerbangan. Hal ini memastikan, hingga kini belum ada gangguan terhadap aktivitas operasional penerbangan bandara BIM,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, tercatat hingga Rabu, 9 September, Bandara BIM telah melayani sebanyak 41 penerbangan dalam negeri dan luar negeri. Sejumlah rute domestik, di antaranya yakni tujuan Jakarta, Medan, Batam, Dan Gunung Sitoli, serta rute internasional menuju Kuala Lumpur Malaysia.

“Kami dari manajemen bandara terus memantau kondisi cuaca, pergerakan angin, dan kualitas udara secara berkala bersama badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika atau BMKG. Sementara itu, gangguan penerbangan rute jakarta yang terjadi selama dua hari pada minggu dan senin, telah berakhir,” katanya.

Erwin menyebut, dalam kondisi kabut asap saat ini, manajemen BIM menjadikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama, tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada penumpang. “Koordinasi dengan pihak maskapai, airnav indonesia, dan BMKG juga terus kami tingkatkan, terutama untuk memantau perubahan jarak pandang secara real-time,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Koto Tabang di Agam, Sugeng Nugroho mengungkapkan, kondisi kualitas udara Kota Padang dan sekitarnya, masih berada dalam kategori sedang. Berdasarkan pengamatan dan prakiraan menggunakan data European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF), kualitas udara Kota Padang dan sekitarnya masih berada dalam kategori sedang, namun diperkirakan meningkatkan pada pagi hari.

“Berdasarkan pengamatan dan prakiraan kami berdasarkan data ECMWF terakhir, kualitas udara Kota Padang 9 September 2026 berada pada kategori sedang, namun pada esok hari diperkirakan meningkat tipis pada pagi hari. Konsentrasi PM2.5 yang dipantau dalam tiga hari belakangan berada pada kisaran 21 hingga 30,4 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masih masuk dalam kategori sedang,” kata Sugeng.

Sugeng menjelaskan, adanya perbedaan hasil informasi kualitas udara antara GAW Bukit Koto Tabang dengan platform IQAir. Menurutnya, informasi yang berasal dari IQAir merupakan indeks kualitas udara yang menggunakan enam parameter, yakni PM2.5, PM10, CO, SO2, NO2 dan O3 yang kemudian diintegrasikan menjadi satu nilai indeks. “Sementara informasi kualitas udara yang kami rilis mengacu pada Peraturan BMKG Nomor 8 Tahun 2022, yaitu berdasarkan parameter PM2.5 saja,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....