Pengamat Unand, Kolaborasi Berbasis Komunitas, dan Kampung Nelayan Merah Putih

  • 05 Jul 2026 04:37 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pengamat sosial ekonomi Universitas Andalas, Rinaldi Eka Putra, mendorong penguatan tata kelola kemitraan berbasis komunitas untuk mendukung keberhasilan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sumatera Barat. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog Padang Menyapa, Sabtu, 4 Juli 2026.

“Kehadiran KNMP di Sumbar menjadi angin segar bagi penguatan rantai pasok produk hasil tangkapan nelayan di pesisir barat yang selama ini dihadapkan dengan berbagai tantangan. Namun, pertanyaannya bagaimana semua lini, tidak hanya nelayan sebagai tulang punggung, harus ikut berkolaborasi,” ujarnya.

Menurut Rinaldi, KNMP yang merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan memerlukan dukungan dari berbagai pihak. “Pentingnya kolaborasi dengan akademisi, seperti program nagari binaan untuk membentuk kelompok-kelompok masyarakat pesisir berbasis komunitas bisa mempercepat program guna mendukung swasembada pangan di Ranah Minang,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan infrastruktur perlu diimbangi dengan pendampingan ekonomi yang kuat di tingkat akar rumput agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan. “Termasuk perizinan pasokan BBM bersubsidi bagi kapal nelayan yang sering kali masih di bawah kuota, pendampingan kapasitas pengelola KNMP ini perlu didorong agar masyarakat nelayan bisa mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KNMP Nagari Katapiang, Kabupaten Padang Pariaman, Rio Eka Putra, mengatakan akses permodalan masih menjadi kendala utama dalam mengembangkan unit usaha. “Saat ini KNMP beroperasi dengan dukungan Koperasi Desa Merah Putih, untuk bagaimana unit usaha ini bisa segera mungkin beroperasi,” katanya.

Rio menjelaskan pihaknya juga berupaya mendorong keterlibatan investor untuk mengaktifkan gudang pabrik es sebagai penunjang aktivitas nelayan. “Kami yakin, gudang pabrik es ini apabila sudah berjalan bisa menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar, mereka bisa membeli ikan-ikan segar dan menyimpannya untuk dijual di pasar ikan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan KNMP merupakan salah satu dari enam Program Kerja Prioritas Nasional yang diharapkan mampu mendukung target swasembada pangan. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga tengah mengembangkan program swasembada garam nasional serta budi daya ikan darat tematik di 500 kabupaten/kota untuk memperkuat penyediaan protein nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....