Festival Ka Pusagaikat Hidupkan Kembali Sagu Mentawai
- 19 Agt 2026 06:21 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Komunitas Sinuruk Mattaoi Indonesia kembali menggelar Musinuruk Ka Simaeruk ke-3 atau Festival Ka Pusagaikat. Kegiatan yang mengangkat tema “Ka Pusagaikat” yang berarti “Bersagu” itu berlangsung pada 24–29 Agustus 2026 di Gedung Aula Conforti, Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Festival tahun ketiga tersebut mengangkat sagu sebagai pangan, budaya, sekaligus bagian dari masa depan masyarakat Mentawai. Kegiatan ini dilatarbelakangi keinginan untuk menghidupkan kembali pengetahuan mengenai sagu yang diwariskan antargenerasi, di tengah perubahan pola konsumsi dan meningkatnya ketergantungan terhadap pangan dari luar daerah.
Panitia Musinuruk Ka Simaeruk ke-3, Srikandi Putri mengatakan, sagu tidak semestinya hanya dipandang sebagai bagian dari masa lalu masyarakat Mentawai. “Kami tidak ingin sagu hanya dibicarakan sebagai sesuatu dari masa lalu. Kami ingin melihat bagaimana sagu tetap hidup, dikenal, diolah, dikembangkan, dan dibanggakan oleh generasi hari ini,” ujarnya.
Festival menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran foto dan karya seni, bazar UMKM, lomba mewarnai, hingga Lomba Teater Cerita Sagu tingkat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Selain itu, terdapat Lomba Turuk Laggai yang melibatkan generasi muda sebagai upaya mengenalkan dan merawat seni pertunjukan tradisi Mentawai.
Peran perempuan dalam menjaga pengetahuan pangan juga mendapat perhatian melalui Lomba Memasak Sagu Makanan Khas Mentawai atau Sagai Sibogjak. Festival turut menghadirkan Lomba Memasak Sagu Olahan Inovatif dengan menu onde-onde sagu dan pudding sagu gula aren yang terbuka bagi masyarakat umum.
Kegiatan budaya lainnya meliputi Workshop Tato Mentawai, Workshop Membuat Gelang Mentawai atau Letcu, Talkshow Ekonomi Kreatif, Seminar Nasional Turuk Laggai bersama Sikerei, serta Nonton Film Mentawai. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar dan kolaborasi masyarakat, seniman, generasi muda, pelaku UMKM, pendidik, serta budayawan.
Komunitas Sinuruk Mattaoi Indonesia berharap Festival Ka Pusagaikat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pangan, budaya, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat Mentawai. Festival tersebut sekaligus mengajak generasi muda mengenal, mempraktikkan, mengembangkan, dan membanggakan potensi lokal sebagai bagian dari upaya membangun masa depan masyarakat Mentawai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....