Integrasikan Nilai Religi dan Lingkungan, Kemenag Sumbar Gelar Aksi Ekoteologi

  • 18 Jun 2026 06:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kanwil Kemenag Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Padang dan Kemenag Kota Padang menggelar penguatan ekoteologi di Pantai Pasir Jambak, Rabu 17 Juni 2026. Kegiatan ini mengintegrasikan nilai-nilai religi dengan pelestarian lingkungan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumbar, Edison menjelaskan ekoteologi adalah semangat membangun hubungan yang harmonis antara manusia, agama, dan lingkungan. Ia menegaskan kepedulian terhadap alam harus dibangun dalam nuansa keagamaan agar pesan menjaga lingkungan dapat diterima dan dijalankan lebih luas di masyarakat.

"Ekoteologi maknanya adalah membangun spirit agama yang bersahabat dengan alam dan lingkungan. Sebagai kementerian yang mendukung program pemerintah daerah, salah satunya adalah menjaga lingkungan hidup yang disokong dalam nuansa agama," ujar Edison.

Edison menambahkan kegiatan ini sengaja melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar pesan pelestarian alam menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ia mengutip pepatah Minangkabau untuk menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menjaga lingkungan.

"Basamo maka manjadi. Kami memaknai kebersamaan ini sebagai upaya seluruh jajaran pemerintah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat," kata Edison.

Edison menjelaskan pemilihan Pantai Pasir Jambak sebagai lokasi bukan tanpa alasan karena lokasi ini dinilai membutuhkan perhatian bersama terhadap kelestarian lingkungannya. Tim panitia yang dipimpin Pembimbing Masyarakat Kristen Kanwil Kemenag Sumbar Yesri Elfis Hasugian sebelumnya telah melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi yang paling tepat.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Padang Tarmizi Ismail mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai selaras dengan program Padang Rancak yang tengah digalakkan pemerintah kota hingga tingkat rukun warga. Ia menyebut sinergi antara nilai keagamaan dan program kebersihan lingkungan sebagai langkah yang tepat dan perlu terus dikembangkan.

"Kegiatan ini sangat sesuai dengan program Pemerintah Kota Padang. Khususnya Padang Rancak yang sedang kami dorong sampai ke tingkat RW," ujar Tarmizi.

Ekoteologi sebagai pendekatan yang memadukan nilai agama dan kesadaran lingkungan semakin berkembang di berbagai negara berpenduduk mayoritas Muslim sebagai respons terhadap krisis iklim global. Di Indonesia, pendekatan ini mulai diintegrasikan ke dalam program penyuluhan agama sebagai cara membangun kesadaran ekologis yang berakar pada keyakinan spiritual masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....