Memastikan Sistem Keselamatan Laut Bekerja sebelum Kecelakaan Terjadi

  • 20 Sep 2026 17:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, diperpanjang selama tujuh hari ke depan.
  • Basarnas mencatat sebanyak 126 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo.
  • Surat Persetujuan Berlayar harus menjadi instrumen keselamatan, bukan sekadar formalitas di pelabuhan.

Tidak ada negara yang dapat menjamin laut selalu tenang. Tidak ada sistem yang mampu menghapus seluruh risiko pelayaran.

Tetapi risiko yang sudah diketahui dapat dikelola. Itulah titik yang menurut Sunny harus menjadi pelajaran dari kecelakaan KM Virgo Transport 8.

"Negara tentu tidak mungkin menjanjikan laut tanpa gelombang, cuaca tanpa perubahan, ataupun transportasi yang sama sekali bebas dari risiko. Tidak semua kecelakaan pula dapat dicegah," ujarnya.

"Tetapi negara mempunyai kewajiban untuk memastikan bahwa risiko yang telah diketahui tidak diabaikan. Kelemahan yang telah ditemukan tidak dibiarkan, dan kesalahan yang pernah terjadi tidak terus berulang karena sistem tidak belajar," ujarnya.

Kini, Basarnas masih mencari 126 orang yang belum ditemukan, oerasi SAR diperpanjang tujuh hari. Tim salvage juga mulai mempersiapkan langkah penanganan bangkai kapal.

Namun setelah pencarian korban selesai dan investigasi kecelakaan menghasilkan laporan, pekerjaan belum boleh dianggap selesai.

Justru dari sanalah pekerjaan yang lebih penting dimulai.

Mendudukkan ulang sistem keselamatan transportasi laut. Bukan sekadar memastikan surat-surat lengkap sebelum kapal berangkat, melainkan memastikan seluruh sistem mampu mengenali risiko, mencegah kecelakaan, merespons keadaan darurat dan belajar dari setiap kegagalan.

Karena pada akhirnya, kapal tidak membawa dokumen, tetapi kapal membawa manusia. Dan keselamatan manusialah yang seharusnya menjadi ukuran utama apakah sebuah kapal benar-benar layak berlayar.

Peristiwa tragis ini harus menjadi momentum untuk menguji kembali sistem keselamatan transportasi laut secara menyeluruh. Sebab, pertanyaan tentang keselamatan penumpang seharusnya bisa dijawab sebelum kapal meninggalkan pelabuhan, bukan diserahkan kepada tumpukan dokumen semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....