Mengungkap Luka Panjang Korban Penganiayaan Taufik Hidayat
- 29 Jun 2026 17:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- YTR diduga disekap dan dianiaya Taufik Hidayat sejak Mei 2024 hingga Juni 2026.
- Polisi menyebut kekerasan terjadi di empat lokasi kos berbeda di wilayah Jawa Barat.
- Korban mengalami luka berat, gangguan penglihatan, infeksi kepala, dan trauma psikologis.
- Taufik Hidayat ditangkap di Majalaya dan diketahui residivis kasus kekerasan serupa.
- Kejati Jawa Barat menunjuk sembilan jaksa untuk mengawal penyidikan perkara tersebut.
Kondisi YTR menjadi perhatian besar setelah polisi mengungkap dampak kekerasan yang dialami korban. Korban disebut mengalami luka berat pada beberapa bagian tubuh.
Bagian wajah dan mata korban menjadi area yang mengalami dampak paling parah. Polisi menyebut kedua mata korban mengalami kebutaan akibat kekerasan tersebut.
Selain mata, korban juga mengalami kerusakan pada bagian gigi dan bibir. Enam gigi atas depan korban disebut rontok, sementara bagian bibir mengalami luka serius.
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung menangani korban secara intensif setelah kasus tersebut terungkap. Korban disebut mengalami trauma fisik dan psikologis akibat kekerasan panjang.
Pihak rumah sakit juga menemukan infeksi berat pada luka di bagian kepala korban. Kondisi itu membuat tindakan medis lanjutan diperlukan untuk membersihkan luka korban.
Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Rachim Dinata Marsidi menyebut, luka korban cukup banyak. Infeksi pada kepala korban disebut berada dalam kondisi sangat serius.
Rachim Dinata Marsidi mengatakan, kondisi YTR sangat serius ketika dibawa ke rumah sakit. Setelah mengetahui itu, pihak RSHS langsung melakukan operasi terhadap kepala korban.
"Pas datang boleh dikatakan memang lukanya cukup banyak dan di daerah kepala infeksi yang hebat. Boleh dikatakanlah, ada belatung," katanya.
Saat ini, kerabat YTR yakni Erni mengatakan bahwa kondisi korban terlihat sudah membaik. Namun, lanjut dia, YTR kini mengalami gangguan penglihatan akibat penganiayaan berat.
"Kondisi menurut dokter, mata sebelah kanan rusak, penglihatannya memang minus, kacamata tebal. Dibuka kacamata saja, matanya kurang jelas, mata kiri pupilnya mengecil," ujarnya.
Meski begitu, YTR tetap berusaha mandiri meski mengalami gangguan penglihatan, seperti berusaha makan sendiri. "Saya suapi dia, tangannya seperti mau makan sendiri," kata kerabat YTR, Erni.
|
Selanjutnya,
Botol Infus dan Dugaan Pihak Lain
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....