Kisah Setiawan Gema Budi, Mualaf Netra yang Bangkit Bersama Pertuni
- 13 Jun 2026 16:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Keinginan untuk menggerakkan Pertuni mendapat ruang ketika Gema dipercaya memimpin Tuban. Pada 2014, ia dicalonkan menjadi Ketua DPC Pertuni Kabupaten Tuban.
Saat mulai memimpin, Gema menemukan anggota aktif Pertuni Tuban hanya 11 orang. Angka itu terasa tidak masuk akal jika dibandingkan dengan kondisi lapangan.
Rasa heran itu mendorong Gema meminta data penyandang disabilitas kepada Dinas Sosial. Dari data awal, terdapat lebih dari 5.000 penyandang disabilitas di Tuban.
Setelah disortir, terdapat sekitar 650 data khusus penyandang tunanetra. Namun, kejanggalan langsung terlihat karena nama Gema sendiri tidak masuk dalam data tersebut.
“Dari data 650 ini, nama saya tidak masuk. Akhirnya saya minta difasilitasi untuk mengecek data itu,” katanya.
Temuan itu membuat Gema meminta pengecekan lapangan dilakukan bersama dinas terkait. Hasilnya, tingkat kesalahan data disebut mencapai sekitar 90 persen.
Menurut Gema, kesalahan pendataan terjadi karena pemahaman disabilitas belum memadai. Di tingkat bawah, masyarakat masih sering menyebut semua kondisi sebagai orang cacat.
Akibatnya, mata minus dan mata plus sempat masuk dalam kategori tunanetra. Padahal, kondisi tersebut berbeda dengan disabilitas netra yang membutuhkan pendekatan khusus.
Saat itu, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 juga belum terbit. Karena itu, pemahaman mengenai ragam disabilitas belum tersusun kuat di lapangan.
Dari persoalan data tersebut, Gema mulai menyusun gerakan yang lebih konkret. Ia mengadakan pelatihan bagi anggota pemula, terutama tunanetra yang baru beradaptasi.
Pelatihan laptop juga diberikan untuk meningkatkan kompetensi anggota Pertuni Tuban. Gema tidak ingin pelatihan selesai begitu saja tanpa dampak jangka panjang.
“Percuma kalau diajarkan pelatihan laptop, kalau selesai tidak ada keberlanjutan. Karena itu, kami berikan laptopnya juga,” ujarnya.
Untuk mewujudkan program tersebut, Gema membangun komunikasi dengan banyak pihak. Dalam lima tahun, sejumlah kebutuhan anggota mulai terfasilitasi melalui jejaring tersebut.
Gerakan dari Tuban menjadi fondasi penting bagi langkah Gema berikutnya. Dari sana, ia mulai dipercaya membantu Pertuni di tingkat wilayah yang lebih luas.
|
Selanjutnya,
Dari Daerah Menuju Nasional
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....