Kisah Setiawan Gema Budi, Mualaf Netra yang Bangkit Bersama Pertuni
- 13 Jun 2026 16:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Gema pertama kali mengenal Persatuan Tunanetra Indonesia pada 2011 setelah lulus SMA. Saat itu, keluarganya diperkenalkan dengan Pertuni melalui dinas terkait di daerah.
Pada awalnya, Gema melihat Pertuni sebagai tempat berkumpul penyandang tunanetra. Namun, semakin lama, ia memahami organisasi itu memiliki peran advokasi penting.
Pertuni berdiri secara nasional di Surakarta pada 26 Januari 1966. Organisasi ini memperjuangkan hak penyandang disabilitas netra dalam berbagai bidang kehidupan.
Secara hukum, Pertuni merupakan organisasi kemasyarakatan yang memiliki akta notaris. Gema menjelaskan Pertuni berada di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
“Secara organisasi kami bukan di bawah Kementerian Sosial. Kami berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM,” katanya.
Saat ini, Pertuni telah hadir di 35 provinsi dari total 38 provinsi. Tiga provinsi yang belum terbentuk yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Di tingkat kabupaten dan kota, Pertuni sudah hadir di sekitar 300 daerah. Jumlah itu berasal dari total 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Pertuni juga berhasil menghimpun sekitar 6.000 anggota secara nasional. Jaringan itu menjadi ruang saling belajar bagi penyandang tunanetra dari berbagai latar.
Selain bergerak di Indonesia, Pertuni terhubung dengan World Blind Union. Gema menyebut jaringan internasional itu menjadi penghubung gerakan tunanetra tingkat dunia.
Namun, ketika pertama bergabung, Gema melihat kegiatan Pertuni masih sangat sederhana. Aktivitasnya lebih banyak berupa arisan, pertemuan rutin, dan kumpul-kumpul anggota.
“Masih arisan, kumpul-kumpul, pertemuan, kan tidak jelas. Akhirnya saya termotivasi untuk membangun gerakan,” ujarnya.
Bagi Gema, kegiatan seperti itu belum cukup menjawab persoalan penyandang tunanetra. Ia merasa organisasi harus bergerak lebih nyata, terutama untuk advokasi dan pemberdayaan.
|
Selanjutnya,
Dari Sebelas Anggota di Tuban
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....