Sarjana di Pariaman Harus Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

  • 18 Jul 2026 12:46 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang profesional, inovatif, dan berintegritas. Selain menguasai ilmu pengetahuan, sarjana juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta menjawab tantangan global.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Pariaman Yota Balad saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-44 Universitas Sumatera Barat (Unisbar) Periode I Tahun 2026 di Gedung Unisbar Convention and Exhibition (UCE), By Pass, Kota Pariaman, Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan itu diikuti 328 wisudawan dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan orang tua atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan yang sesungguhnya baru dimulai ketika para lulusan terjun ke tengah masyarakat.

"Lulusan sarjana harus menjadi motor penggerak pembangunan yang profesional, loyal, dan memegang teguh kejujuran. Di era globalisasi, alumni dituntut untuk terus mengembangkan diri, menguasai teknologi terkini, serta berpikir inovatif dan kreatif," ujarnya.

Yota juga memaparkan komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) yang kini dikembangkan menjadi Saga Saja Plus. Melalui program tersebut, pemerintah memfasilitasi anak-anak daerah untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi lokal, termasuk di Unisbar.

"Melalui program Plus ini, Pemko Pariaman memfasilitasi anak-anak daerah untuk berkuliah di kampus-kampus lokal yang ada di Kota Pariaman, salah satunya di UNISBAR. Implementasinya sudah berjalan sejak Tahun Akademik 2025/2026," katanya.

Sementara itu, Rektor Unisbar Nurtati mengatakan Wisuda ke-44 menjadi momen bersejarah karena meluluskan 328 wisudawan dari berbagai program studi. Jumlah tersebut terdiri atas 13 Sarjana Farmasi, 78 Diploma III dan Sarjana Kebidanan, 78 Profesi Bidan, 118 Sarjana Keperawatan, 25 Profesi Ners, serta 16 Magister Manajemen.

Menurut Nurtati, dari 16 lulusan Magister Manajemen, sembilan orang merupakan lulusan program Double Degree hasil kerja sama dengan University Malaysia of Computer Science and Engineering (UniMy) sehingga berhak menyandang gelar Master of Business Administration (MBA). Hingga saat ini, Unisbar telah meluluskan sebanyak 8.878 alumni.

“Prestasi akademik para lulusan juga cukup membanggakan. Unisbar mencatat IPK tertinggi mencapai 3,97 dengan rata-rata IPK lulusan 3,54, sementara sebanyak 59,8 persen wisudawan berhasil meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude),” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....