Sebanyak 57 Korban Bencana Hidrometeorologi Terima Bantuan Modal Usaha
- 13 Jul 2026 19:10 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Sebanyak 57 warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Pariaman menerima bantuan modal usaha dari Pemerintah Kota Pariaman di Pandopo Rumah Dinas Walikota Pariaman, Senin, 13 Juli 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya membantu pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana sekaligus mendorong keberlanjutan usaha para penerima manfaat.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan bantuan modal usaha merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana agar dapat kembali bangkit secara ekonomi. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan sektor ekonomi masyarakat.
"Bantuan ini kami berikan agar masyarakat yang terdampak bencana memiliki kesempatan untuk kembali menjalankan usahanya. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," kata Yota Balad.
Ia menjelaskan para penerima bantuan merupakan warga yang terdampak bencana hidrometeorologi dan telah melalui proses pendataan serta verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah Kota Pariaman juga memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran.
Yota Balad berharap bantuan modal tersebut mampu menjadi stimulus bagi pelaku usaha untuk kembali produktif. Selain memperkuat ekonomi keluarga, program itu juga diharapkan dapat menggerakkan kembali aktivitas ekonomi di lingkungan masyarakat.
"Pemerintah akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana. Kami ingin para pelaku usaha dapat bangkit, berkembang, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah," ujarnya.
Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen melanjutkan berbagai program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan serta meningkatkan ketahanan ekonomi menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....