KPU Buleleng Siapkan Pemilih Pemula Jadi Penggerak Demokrasi 2029

  • 18 Jul 2026 11:15 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan generasi muda sebagai pemilih cerdas menuju Pemilu 2029 melalui kegiatan Pendidikan Pemilih bagi Pemilih Pemula yang digelar dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Buleleng. Program ini menyasar ratusan siswa baru di setiap sekolah sebagai upaya membangun kesadaran politik sejak dini sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di masa mendatang.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata, mengatakan pendidikan politik tidak cukup diberikan menjelang pelaksanaan pemilu. Menurutnya, pemahaman mengenai demokrasi harus ditanamkan sejak para siswa masih berada di bangku sekolah agar mereka memiliki bekal yang memadai ketika memasuki usia pemilih.

"Peran generasi muda sangat penting karena ibarat pisau bermata dua. Kalau tidak dari hari ini kita persiapkan dengan memberikan pendidikan demokrasi sejak awal, maka ketika tahapan pemilu dimulai pengetahuan yang mereka serap akan sangat kurang. Karena itu kami berharap masyarakat dan seluruh stakeholder mendukung program pendidikan pemilih ini agar para siswa mampu memahami demokrasi dan menyebarkan pemahaman tersebut di lingkungan keluarganya," ujarnya pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai penyelenggaraan pemilu, syarat menjadi pemilih, hak dan kewajiban warga negara, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan melalui pemilu. KPU juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis karena pada Pemilu 2024 kelompok Generasi Z dan milenial mendominasi komposisi pemilih secara nasional dengan persentase sekitar 56 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia.

Sebagai bagian dari evaluasi, KPU mengajak sejumlah siswa maju ke depan untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Para peserta mampu menjelaskan bahwa pemilu dilaksanakan setiap lima tahun sekali, warga negara yang telah berusia 17 tahun atau sudah maupun pernah menikah memiliki hak pilih, serta memahami pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi. Di akhir sesi, para siswa juga menyatakan komitmennya untuk hadir dan menggunakan hak pilih pada Pemilu Tahun 2029.

Salah seorang peserta kegiatan menyambut positif pendidikan pemilih yang diberikan KPU. Menurutnya, materi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya menggunakan hak suara serta peran anak muda dalam menentukan masa depan bangsa.

"Setelah mengikuti kegiatan ini saya jadi lebih memahami proses pemilu, syarat menjadi pemilih, dan pentingnya menggunakan hak pilih. Saya juga berkomitmen akan datang ke TPS pada Pemilu 2029 dan mengajak keluarga maupun teman-teman untuk ikut menggunakan hak pilih," katanya.

Selain mengajak para siswa menjadi pemilih aktif, KPU Kabupaten Buleleng juga membuka ruang partisipasi bagi generasi muda yang tertarik menjadi penyelenggara pemilu di tingkat desa maupun kecamatan. Para siswa didorong untuk mengikuti proses rekrutmen melalui aplikasi SIAKBA ketika tahapan pembentukan badan adhoc dibuka. Melalui pendidikan pemilih yang berkelanjutan, KPU berharap lahir generasi yang cerdas, kritis, bertanggung jawab, serta mampu menjadi penggerak demokrasi yang berkualitas di Kabupaten Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....