MPLS Jadi Wadah Tanamkan Kesadaran Politik bagi Pemilih Pemula

  • 17 Jul 2026 08:52 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi kalangan pelajar melalui kegiatan Pendidikan Pemilih dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kali ini, sosialisasi menyasar 137 siswa baru SMAN 1 Sawan, Rabu 15 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KPU membangun kesadaran politik sejak dini menjelang Pemilu 2029.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.00 WITA menghadirkan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Buleleng, Gede Agus Tryo Arisnawan, sebagai narasumber. Para peserta diberikan pemahaman mengenai sistem demokrasi di Indonesia, pentingnya penyelenggaraan pemilu, serta hak politik yang dimiliki setiap warga negara. Materi juga membahas syarat menjadi pemilih dan pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

Dalam penyampaiannya, Gede Agus Tryo Arisnawan menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa melalui partisipasi pada setiap penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, pemilih pemula tidak hanya perlu memahami tata cara pemungutan suara, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan secara rasional berdasarkan informasi yang benar. "Generasi muda merupakan aset demokrasi. Karena itu, sejak di bangku sekolah mereka perlu memahami hak politiknya agar kelak menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan mampu menentukan pilihan secara bertanggung jawab," ujarnya.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai berbagai aspek kepemiluan. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk memahami bahwa setiap suara memiliki arti penting dalam menentukan masa depan bangsa.

Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, mengatakan pendidikan pemilih merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Menurutnya, pembentukan kesadaran politik sejak usia sekolah akan mendorong lahirnya generasi yang tidak apatis terhadap proses demokrasi. "Kami ingin para pelajar memahami bahwa hak pilih bukan sekadar datang ke TPS, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab sebagai warga negara dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional," katanya.

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Buleleng berharap para siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kesadaran tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya pemilih pemula yang aktif berpartisipasi serta mampu menangkal berbagai bentuk informasi yang menyesatkan menjelang pelaksanaan Pemilu 2029.

Pendidikan pemilih di lingkungan sekolah akan terus menjadi salah satu fokus KPU Kabupaten Buleleng dalam meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat. Momentum ini juga menjadi bagian dari harapan KPU agar semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam memperkuat demokrasi Indonesia, sejalan dengan semangat peringatan Hari Ulang Tahun KPU untuk menghadirkan pemilu yang semakin berkualitas dan berintegritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....