Literasi Demokrasi Diperkuat, 208 Siswa SMAN 3 Singaraja Antusias
- 17 Jul 2026 09:06 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Memperkuat literasi demokrasi di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui kegiatan Pendidikan Pemilih bagi Pemilih Pemula yang digelar dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 3 Singaraja, Rabu 15 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 208 siswa baru sebagai bekal awal memahami hak dan kewajiban politik sebagai warga negara. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk pemilih muda yang cerdas dan bertanggung jawab pada Pemilu 2029.
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 12.00 WITA menghadirkan Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Buleleng, Ngurah Cahyudi Wiratama, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada konsep dasar demokrasi, pentingnya pemilu sebagai sarana kedaulatan rakyat, serta tahapan penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Materi juga mencakup syarat menjadi pemilih dan pentingnya menggunakan hak pilih secara bebas, cerdas, dan bertanggung jawab.
Ngurah Cahyudi Wiratama menegaskan bahwa pemahaman mengenai demokrasi harus ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda mampu menjadi pemilih yang berkualitas ketika telah memiliki hak pilih. Menurutnya, setiap suara dalam pemilu memiliki nilai penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa dan daerah. "Pemilu adalah wujud nyata kedaulatan rakyat. Karena itu, generasi muda perlu memahami hak dan kewajibannya sejak dini agar kelak mampu menggunakan hak pilih secara cerdas, bebas, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung aktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses kepemiluan, mulai dari syarat menjadi pemilih hingga mekanisme penyelenggaraan pemilu. Pendekatan interaktif tersebut membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus meningkatkan minat siswa terhadap pendidikan demokrasi.
Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, mengatakan pendidikan pemilih di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis untuk membangun budaya demokrasi yang sehat. Menurutnya, literasi kepemiluan yang baik akan mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilih, tetapi juga mampu menangkal informasi yang menyesatkan terkait pemilu. "Kami berharap pendidikan pemilih seperti ini mampu melahirkan generasi yang memiliki kesadaran politik, memahami pentingnya partisipasi, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas," katanya.
Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Buleleng berharap para siswa semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya pemilih pemula yang kritis, berintegritas, serta mampu menentukan pilihan berdasarkan informasi yang benar ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
Pendidikan pemilih akan terus diperluas ke berbagai sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Buleleng. Harapan itu juga menjadi semangat KPU dalam memperingati Hari Ulang Tahun KPU, dengan terus mendorong lahirnya generasi muda yang aktif berpartisipasi dan menjadi pilar penguatan demokrasi Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....