Kebun Raya Bali Ajak Masyarakat Jaga Alam dan Hidupkan Budaya Bali

  • 17 Jul 2026 08:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kebun Raya Bali terus memperkuat perannya sebagai pusat konservasi tumbuhan pegunungan tropis yang memadukan fungsi penelitian, edukasi, rekreasi, dan pelestarian budaya. Berlokasi di kawasan Bedugul dengan panorama Danau Beratan, kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga ruang pembelajaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya. Komitmen tersebut terus diwujudkan melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat secara luas.

Sebagai salah satu kebun raya terbesar di Indonesia, Kebun Raya Bali mengusung filosofi hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya dalam setiap aktivitasnya. Konsep tersebut menjadi landasan untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menawarkan keindahan alam pegunungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi dan pelestarian nilai-nilai budaya Bali. Dengan pendekatan itu, Kebun Raya Bali diharapkan semakin relevan sebagai ruang edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pelaksana Tugas Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Djoko Nugroho, menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun pengelola kawasan. Menurutnya, keberhasilan konservasi sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan merawat alam. "Kami berharap upaya konservasi, edukasi, dan menumbuhkan rasa cinta lingkungan tidak hanya menjadi milik BRIN, tetapi juga menjadi milik masyarakat seutuhnya. Kebun Raya bukan hanya tanggung jawab kami dan para mitra, tetapi juga para pengunjung serta masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kelestariannya," ujarnya.

Pihak pengelola Kebun Raya Bali juga menekankan bahwa kawasan konservasi ini terus dikembangkan sebagai ruang yang mampu mempertemukan pelestarian keanekaragaman hayati dengan kekayaan budaya lokal. Berbagai program edukasi dan aktivitas berbasis alam dirancang agar masyarakat tidak hanya datang untuk berekreasi, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga ekosistem pegunungan. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat identitas Kebun Raya Bali sebagai destinasi konservasi dan wisata edukasi.

"Melalui semangat Ajegang Bhuana, Nguripang Budaya, kami ingin menghadirkan Kebun Raya Bali sebagai ruang yang menyatukan konservasi, edukasi, budaya, dan rekreasi sehingga masyarakat dapat merasakan langsung pentingnya menjaga alam sekaligus menghidupkan warisan budaya Bali," ucapnya.

Ke depan, Kebun Raya Bali diharapkan mampu terus menjadi contoh pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian flora pegunungan tropis serta memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Harapan itu juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kebun Raya Bali yang mengusung tema Ajegang Bhuana, Nguripang Budaya. Rangkaian kegiatan yang digelar pada 11, 12, dan 15 Juli 2026 menghadirkan berbagai aktivitas budaya, edukasi, kuliner, wellness, hingga konservasi sebagai sarana mengajak masyarakat menikmati kekayaan alam dan tradisi Bali secara utuh. Melalui momentum ini, Kebun Raya Bali berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam menjaga kelestarian alam sekaligus menghidupkan budaya untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....