Bali tanpa Sampah Dimulai Dari Kesadaran Setiap Generasi Muda Bersama
- 19 Jul 2026 12:37 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Mewujudkan Bali tanpa sampah bukan hanya menjadi impian, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Kesadaran untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya dinilai menjadi langkah paling mendasar dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di Pulau Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia. Hal tersebut disampaikan anggota Green Youth Bali, Pebra Ari dan Yoni Kerti Asih, saat menjadi narasumber dalam program Obrolan SPADA PRO 2 RRI Singaraja. Keduanya mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Yoni Kerti Asih menjelaskan bahwa sampah merupakan sesuatu yang tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya karena setiap orang pasti menghasilkan sampah dari aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, yang terpenting bukan menghilangkan sampah, melainkan mengelolanya secara bertanggung jawab. Menurutnya, berbagai regulasi yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Bali, seperti pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. "Kita tidak bisa menghilangkan sampah karena kita sendiri yang menghasilkannya. Yang bisa dilakukan adalah bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan," ujar Yoni Kerti Asih. Ia mencontohkan kebiasaan membawa tumbler ke sekolah sebagai langkah sederhana yang mampu mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Senada dengan hal tersebut, Pebra Ari mengatakan bahwa generasi muda sebenarnya memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Namun, tantangan terbesar adalah membangun kemauan untuk mulai bergerak. Menurutnya, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang efektif untuk mengajak lebih banyak anak muda ikut menjaga lingkungan. Berbagai konten mengenai aksi bersih pantai, pengolahan sampah organik, maupun edukasi pemilahan sampah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Dengan memanfaatkan platform digital secara positif, kampanye peduli lingkungan dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
Selain membangun kesadaran, kedua narasumber juga menekankan pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau produk lain yang bermanfaat, sedangkan sampah anorganik masih memiliki nilai ekonomi karena dapat didaur ulang. Sementara itu, sampah residu merupakan jenis sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali sehingga memerlukan penanganan yang berbeda. "Hal kecil seperti membawa tas belanja sendiri, menggunakan tumbler, dan memilah sampah sudah menjadi kontribusi nyata dalam mendukung Bali bebas sampah," ucap Pebra Ari. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Melalui edukasi yang terus dilakukan, Green Youth berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas tertentu. Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk mengurangi timbulan sampah dan mengelolanya dengan benar. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, cita-cita mewujudkan Bali yang bersih dan bebas sampah diyakini dapat tercapai secara bertahap sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata yang nyaman, indah, dan lestari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....