Harga Bapok Buleleng Stabil, Bawang Putih dan Ayam Alami Kenaikan Harga

  • 16 Jul 2026 09:26 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Harga sebagian besar barang kebutuhan pokok (bapok) di Kabupaten Buleleng masih relatif stabil pada pertengahan Juli 2026. Namun, harga bawang putih dan daging ayam ras mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan.

Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Dagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng mencatat perkembangan harga rata-rata barang kebutuhan pokok di Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri pada Rabu 15. Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah komoditas strategis masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sementara sebagian besar komoditas lainnya terpantau stabil.

Kepala Dinas Dagperinkop UKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan harga sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi gejolak harga di pasaran.

"Pemantauan harga kami lakukan secara rutin agar perkembangan harga kebutuhan pokok dapat diketahui sejak dini. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat," ujar Dewa Made Sudiarta.

Data menunjukkan harga bawang putih naik menjadi Rp40.000 per kilogram atau meningkat sekitar 5,26 persen. Daging ayam ras juga mengalami kenaikan menjadi Rp38.000 per kilogram atau naik sekitar 8,57 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sebaliknya, harga cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan cabai rawit hijau mengalami penurunan, sedangkan komoditas lainnya relatif stabil.

Selain itu, harga minyak goreng, gula pasir, bawang merah, telur ayam ras, serta daging ayam ras masih berada di atas HET. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat dan tingginya biaya produksi. Sementara harga beras premium dan beras medium juga masih melampaui HET akibat produksi yang belum maksimal dan tingginya permintaan.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga sehingga fluktuasi harga dapat dikendalikan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," kata Dewa Made Sudiarta.

Pemantauan harga secara berkala diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta melindungi daya beli masyarakat di Kabupaten Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....