Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Buleleng Targetkan Perbaikan 25 Titik Irigasi
- 04 Jul 2026 09:54 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan perbaikan 25 titik jaringan irigasi pada tahun 2026 sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Perbaikan tersebut dilakukan untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian agar produktivitas petani tetap terjaga sepanjang tahun.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas Pemkab Buleleng di tengah keterbatasan anggaran daerah. Selain memperbaiki infrastruktur jalan, pemerintah juga memfokuskan pembangunan pada jaringan irigasi yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap sektor pertanian.
Kepala Dinas PUPR-Perkim Kabupaten Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, mengatakan hingga pertengahan tahun ini sebanyak 25 titik jaringan irigasi telah memasuki tahap kontrak dan segera dikerjakan. Menurutnya, keberadaan irigasi yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas pasokan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.
"Di bidang irigasi kita ada yang sudah berkontrak sebanyak 25 titik. Ini sangat penting untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan Bapak Presiden. Bagaimana kita menjaga kontinuitas air agar lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air secara merata," ujarnya, Sabtu 4 Juli 2026.
Ia menjelaskan, perbaikan jaringan irigasi dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. Kolaborasi tersebut bertujuan menentukan saluran irigasi yang menjadi prioritas berdasarkan kebutuhan sawah produktif, lahan perkebunan, hingga kawasan pertanian yang perlu dipertahankan sebagai penyangga produksi pangan daerah.
"Kami bersama Dinas Pertanian memetakan saluran irigasi mana yang harus diprioritaskan, sawah mana yang harus dipertahankan, termasuk lahan perkebunan yang membutuhkan dukungan pasokan air. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian di Buleleng," katanya.
Menurut Adipta, pembangunan irigasi tidak hanya berfungsi mengalirkan air saat musim hujan, tetapi juga memastikan distribusi air tetap stabil ketika musim kemarau. Dengan demikian, petani dapat terus melakukan aktivitas tanam tanpa terganggu kekurangan air yang berpotensi menurunkan hasil panen.
Pihaknya berharap perbaikan 25 titik jaringan irigasi tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, sekaligus mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....