Jelang Galungan, Harga Bunga Pecah Seribu Melonjak hingga 75 Persen
- 15 Jun 2026 08:40 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Menjelang Hari Raya Galungan, harga sejumlah komoditas upakara di pasar tradisional Kabupaten Buleleng mulai merangkak naik. Kenaikan paling mencolok terjadi pada bunga pecah seribu yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Hindu untuk sarana persembahyangan dan pembuatan banten.
Di Pasar Banyuning, Singaraja, harga bunga pecah seribu mengalami lonjakan signifikan dibandingkan hari biasa. Jika sebelumnya komoditas tersebut dijual sekitar Rp20 ribu per kilogram, kini harganya mencapai Rp35 ribu per kilogram atau naik sekitar 75 persen. Kenaikan ini dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Galungan.
Salah seorang pedagang bunga di Pasar Banyuning, Ferayanti, mengatakan lonjakan harga mulai terjadi dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang mempersiapkan kebutuhan upacara keagamaan. Menurutnya, stok dari pemasok juga tidak sebanyak hari-hari biasa sehingga berdampak pada harga jual di tingkat pedagang.
"Harga bunga pecah seribu sekarang Rp35 ribu per kilogram. Biasanya hanya sekitar Rp20 ribu. Menjelang Galungan permintaan memang meningkat sehingga harga ikut naik," ujar Ferayanti.
Selain bunga pecah seribu, sejumlah komoditas upakara lainnya juga mengalami kenaikan harga. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak setinggi bunga pecah seribu. Komoditas seperti janur, bunga gumitir, serta beberapa jenis bunga pelengkap upakara lainnya tercatat mengalami penyesuaian harga akibat meningkatnya kebutuhan pasar.
"Kalau janur, gumitir, dan bunga lainnya memang ada kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan. Yang paling terasa saat ini tetap bunga pecah seribu karena permintaannya tinggi menjelang Galungan," katanya.
Meski harga sejumlah kebutuhan upakara mengalami kenaikan, aktivitas jual beli di Pasar Banyuning tetap ramai. Masyarakat yang mempersiapkan berbagai sarana persembahyangan untuk Hari Raya Galungan memilih tetap berbelanja lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga yang lebih tinggi mendekati hari pelaksanaan hari raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....