Momentum HUT Ke-67, Kebun Raya Bali Satukan Alam, Budaya dan Edukasi

  • 15 Jul 2026 13:47 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kebun Raya Bali tahun ini menghadirkan konsep yang memadukan pelestarian alam, budaya, dan tradisi dalam satu rangkaian kegiatan. Mengusung tema Ajegang Bhuana, Nguripang Budaya, berbagai agenda digelar pada 11, 12, dan 15 Juli 2026 di kawasan Bedugul, Kabupaten Tabanan, sebagai upaya memperkuat fungsi konservasi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat.

Selama 67 tahun berdiri, Kebun Raya Bali terus berkembang sebagai kawasan konservasi tumbuhan pegunungan tropis yang juga menjadi pusat penelitian, edukasi, rekreasi, dan pelestarian budaya. Berada di kawasan Danau Beratan dengan udara sejuk pegunungan, kawasan ini kini menawarkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam dengan kekayaan tradisi Bali.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam perayaan tahun ini adalah pementasan Tari Kecak di Amphitheater Surya Nirwana. Pertunjukan tersebut menjadi yang pertama kali digelar dengan latar panorama Danau Beratan, menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pementasan Tari Kecak yang selama ini identik dengan kawasan pantai dan tebing di Bali. Selain itu, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan Gamelan Bali, Tari Pendet, hingga fragmen Ramayana yang semakin melengkapi nuansa budaya dalam perayaan tersebut.

Tidak hanya menampilkan seni pertunjukan, HUT ke-67 Kebun Raya Bali juga menjadi ajang pelestarian kuliner tradisional melalui Ngelawar Fest. Festival dan kompetisi lawar yang untuk pertama kalinya diinisiasi pihak nonpemerintah itu menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku budaya, komunitas, pelaku UMKM, akademisi, hingga generasi muda untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlanjutan salah satu warisan gastronomi khas Bali.

Rangkaian kegiatan juga diisi berbagai aktivitas edukasi dan konservasi, mulai dari yoga yang diikuti 67 peserta sebagai simbol usia Kebun Raya Bali, workshop tanaman kokedama, begonia, dan sukulen, hingga penanaman pohon bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat pesan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan budaya.

Diakhiri dengan penanaman pohon pada HUT ke-67 Kebun Raya Bali. (Foto: RRI/Sukasah Brata Winangun)

Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan perayaan HUT ke-67 menjadi bentuk komitmen dalam mengintegrasikan fungsi konservasi dengan pelestarian budaya lokal. Menurutnya, rangkaian kegiatan yang digelar diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran Kebun Raya Bali sebagai ruang edukasi dan kolaborasi.

"Kebun Raya Bali memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Melalui perayaan HUT ke-67 ini kami ingin menghadirkan pengalaman yang menghubungkan alam, budaya, dan tradisi dalam satu destinasi. Pertunjukan Tari Kecak dengan latar Danau Beratan serta Ngelawar Fest menjadi simbol bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Kami berharap Kebun Raya Bali terus menjadi ruang kolaborasi bagi konservasi, edukasi, dan edukasi budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya pada Rabu, 15 Juli 2026.

Harapan serupa juga disampaikan Plt. Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Djoko Nugroho. Ia menilai pengelolaan Kebun Raya Bali telah berjalan sesuai fungsi kebun raya dan diharapkan terus berkembang melalui berbagai inovasi sehingga semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga dunia.

"PT Mitra Natura Raya sangat profesional untuk menjalankan kegiatan-kegiatan sesuai dengan fungsinya, lima fungsi kebun raya. Dan tentunya bisa berekspresi, mengaktualisasi ide-ide yang lebih brilian untuk meningkatkan Kebun Raya Eka Karya Bali ini menjadi lebih hebat, dan lebih dikenal masyarakat Indonesia dan masyarakat global," ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, HUT ke-67 Kebun Raya Bali tidak hanya menjadi momentum peringatan hari jadi, tetapi juga sarana memperkenalkan pentingnya konservasi yang berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Perpaduan panorama pegunungan Bedugul, seni tradisional, kuliner khas Bali, serta berbagai aktivitas edukatif diharapkan semakin memperkuat posisi Kebun Raya Bali sebagai salah satu destinasi wisata berbasis alam dan budaya di Pulau Dewata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....