Penyekeban Galungan, Awal Persiapan Menyambut Kemenangan Dharma

  • 14 Jun 2026 20:45 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Menjelang Hari Raya Galungan, umat Hindu di Bali memasuki rangkaian hari suci yang sarat makna spiritual. Salah satunya adalah Penyekeban, yang tahun ini jatuh pada Minggu, 14 Juni 2026 atau tiga hari sebelum puncak perayaan Galungan. Hari Penyekeban menjadi momentum penting untuk mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin, dalam menyambut kemenangan Dharma melawan Adharma.

Secara etimologis, kata penyekeban berasal dari kata nyekeb yang berarti menutup atau memeram. Dalam kehidupan sehari-hari, tradisi ini diwujudkan dengan memeram buah-buahan, terutama pisang, agar matang tepat pada waktunya dan dapat digunakan sebagai bagian dari sarana upacara. Aktivitas tersebut menjadi simbol kesiapan umat dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan persembahyangan menjelang Galungan.

Namun, makna Penyekeban tidak hanya sebatas persiapan fisik. Secara filosofis, Penyekeban mengandung ajaran tentang nyekeb indriya, yaitu mengendalikan atau mengekang hawa nafsu, emosi, dan ego yang ada dalam diri manusia. Umat diajak untuk mulai melakukan introspeksi, menata pikiran, serta mengendalikan berbagai sifat negatif yang dapat menghalangi terciptanya keseimbangan hidup.

Hari Penyekeban juga menjadi pengingat bahwa kemenangan Dharma tidak hanya dirayakan melalui upacara dan persembahan, tetapi juga melalui usaha mengalahkan musuh terbesar dalam diri sendiri. Keserakahan, amarah, iri hati, dan berbagai kecenderungan buruk lainnya perlu dikendalikan agar manusia mampu menjalani kehidupan yang lebih bijaksana dan harmonis.

Dalam praktiknya, umat Hindu mulai menyiapkan berbagai perlengkapan upakara pada hari ini. Selain memeram buah-buahan, keluarga juga mulai mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat banten dan sarana upacara lainnya. Suasana persiapan Galungan pun mulai terasa di berbagai rumah tangga Hindu di Bali.

Penyekeban merupakan bagian awal dari rangkaian Hari Raya Galungan yang kemudian dilanjutkan dengan Penyajaan pada hari Senin dan Penampahan Galungan pada hari Selasa. Melalui tahapan-tahapan ini, umat diajak mempersiapkan diri secara bertahap sehingga saat Hari Raya Galungan tiba, tidak hanya rumah dan sarana upacara yang siap, tetapi juga hati dan pikiran yang telah tertata dengan baik dalam semangat Dharma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....