Nelayan Hilang di Perairan Mentawai Ditemukan Meninggal Dunia

  • 28 Jun 2026 00:01 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Seorang nelayan bernama Arabian (50) yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Bugei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah enam hari pencarian, Jumat, 26 Juni 2026. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB.

Penemuan berawal dari laporan nelayan yang melihat sesosok tubuh mengapung di perairan sekitar pukul 14.30 WIB. "Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR yang sedang melakukan penyisiran langsung menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mentawai. Korban kemudian berhasil ditemukan pada koordinat 1°41'16.80'' LS dan 99°19'20.35'' BT," kata Benteng.

Ia menjelaskan, lokasi penemuan korban berada sekitar 13,2 mil laut ke arah selatan dari titik awal ditemukannya sampan milik korban. Sebelumnya, pada hari keenam operasi pencarian, tim SAR gabungan memperluas area pencarian dengan membagi wilayah operasi ke dalam dua sektor laut.

Pencarian melibatkan armada RIB 02 dan RIB 03 milik Basarnas, personel SAR gabungan, 10 sampan nelayan, serta tim pencarian darat. Seluruh unsur dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang sejak beberapa hari sebelumnya.

Setelah ditemukan, jasad Arabian dievakuasi menuju Muara Siberut dan tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Kantor SAR Mentawai menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, pemerintah setempat, masyarakat, dan para nelayan yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

Benteng Hilton Telaumbanua juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dengan memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan alat keselamatan seperti jaket pelampung, serta memastikan sarana komunikasi berfungsi dengan baik. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut dan mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....