Antrean Kendaraan di Gilimanuk Dampak Macet Jalan Denpasar-Gilimanuk

  • 26 Jun 2026 14:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Arus kendaraan yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, masih mengalami kepadatan hingga Jumat 26 Juni 2026 siang. Antrean yang terjadi merupakan dampak akumulasi kendaraan sejak Kamis 25 Juni 2026, setelah arus lalu lintas sempat terganggu akibat kecelakaan truk bermuatan kayu yang terguling di Jembatan Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo.

Hingga Jumat siang antrean kendaraan masih terjadi hingga keluar dari Pelabuhan Gilimanuk. Petugas telah menerapkan pola pengaturan lalu lintas dengan memisahkan jalur kendaraan roda empat kecil dengan kendaraan besar sejak dua hari terakhir. Khusus untuk kendaraan roda empat kecil (KK) diarahkan ke gang-gang di Gilimanuk yang mengarah ke Terminal Manuver. Sementara, kendaraan besar (truk) diberikan jalur di jalan utama menuju Pelabuhan.

Petugas menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai antrian. Sementara kondisi di Pelabuhan Ketapang pada Jumat siang mulai menunjukkan perbaikan dengan antrean kendaraan yang berangsur menyusut.

Kepadatan arus penyeberangan dalam beberapa hari terakhir dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat setelah berakhirnya libur panjang sekolah. Lonjakan kendaraan terjadi dari arah Bali maupun Jawa. Selain itu, operasional penyeberangan juga dipengaruhi kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang berdampak pada layanan kapal.

PT ASDP Indonesia Ferry mencatat volume kendaraan yang menyeberang meningkat sekitar 23 persen dibandingkan hari normal. Kenaikan tersebut didominasi kendaraan pribadi roda empat.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangan resminya Kamis 25 Juni 2026, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan akibat antrean yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Menurut Heru, kepadatan tersebut juga dipengaruhi terganggunya operasional dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP. Akibat kondisi itu, sebagian layanan angkutan barang dialihkan ke kapal ferry reguler sehingga berdampak pada kapasitas pelayanan penyeberangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....