Diduga Gagal Menyalip, Pemotor Tewas Tabrak Bus di Mendoyo

  • 09 Jul 2026 14:10 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan bus pariwisata terjadi di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, wilayah Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Rabu 8 Juni 2026, dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Kadek Merta (19), warga Banjar Sawe, Desa Batuagung. Saat peristiwa berlangsung, korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DK 3976 ZQ. Sementara kendaraan yang terlibat adalah bus pariwisata Vios Trans bernomor polisi AD 7152 OD yang dikemudikan Nurman Atmaja (36), warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut. Ia mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 Wita dan penanganan kasus kini telah diserahkan kepada Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Jembrana.

"Benar, telah terjadi kecelakaan antara sepeda motor Honda Scoopy dengan sebuah bus di Jalan Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Munduk, Desa Pohsanten," kata Kompol Sartika.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, bus diketahui melaju dari arah barat menuju timur. Saat bersamaan, sepeda motor yang datang dari arah berlawanan diduga berupaya mendahului sebuah truk yang berada di depannya.

Diduga saat proses menyalip, sepeda motor mengambil jalur berlawanan sehingga bertabrakan dengan bus yang melintas dari arah timur. Benturan keras tidak dapat dihindari dan menyebabkan pengendara motor mengalami luka fatal hingga meninggal dunia di tempat.

Polisi juga menyebut korban tidak membawa kartu identitas saat ditemukan di lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan identifikasi untuk memastikan identitas korban sebelum menghubungi pihak keluarga.

Akibat kecelakaan tersebut, sepeda motor yang dikendarai korban mengalami kerusakan berat pada bagian depan hingga nyaris hancur. Sementara bus pariwisata mengalami kerusakan pada bemper depan sebelah kiri dan kaca depan yang retak.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan itu juga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta. Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....