Integritas ASN Era Digital, Sekda Buleleng Tekankan Pelayanan dan Adaptasi

  • 26 Mei 2026 21:02 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) di tengah perubahan yang semakin cepat pada era digital. Penguatan integritas, kompetensi, disiplin, dan pola pelayanan publik dinilai menjadi kebutuhan utama agar birokrasi tetap mampu menjawab tuntutan masyarakat yang terus berkembang.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, saat menjadi narasumber dalam Podcast Petuah Ngopi Satpol PP Buleleng di Ruang Kerja Sekda Buleleng, Selasa 26 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan ASN saat ini tidak cukup hanya bekerja secara administratif, tetapi harus mampu beradaptasi dan memiliki jiwa pelayanan yang kuat.

Menurutnya, ASN masa kini harus memiliki orientasi pelayanan yang jelas kepada masyarakat, mampu meningkatkan kompetensi, serta memiliki kemampuan membaca perubahan yang akan terjadi di masa depan. Penguatan kualitas aparatur, katanya, terus dilakukan melalui pengembangan kompetensi wajib seperti Pelatihan Dasar (Latsar), pendidikan dan pelatihan, hingga bimbingan teknis di berbagai sektor pemerintahan.

"Sistem reward and punishment (penghargaan dan sanksi) harus berjalan tegas, namun dalam pelaksanaannya kita tetap harus mengutamakan keharmonisan lingkungan kerja," ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan pola interaksi masyarakat akibat masifnya penggunaan gawai dan media sosial membuat pemerintah harus lebih cepat merespons setiap persoalan. Pengalaman saat memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah menjadi pelajaran bahwa pemantauan langsung ke lapangan tetap penting agar persoalan dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang luas di ruang publik digital.

Selain itu, pemanfaatan platform digital juga dinilai perlu dilakukan secara adaptif oleh pemerintah. Gede Suyasa mengatakan media sosial, termasuk TikTok, dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengetahui respons dan aspirasi masyarakat secara langsung. Namun di sisi lain, masyarakat juga diingatkan agar lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terjebak hoaks.

Terkait masuknya Generasi Z ke dalam dunia birokrasi, ia menilai hal itu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah. ASN muda diharapkan tetap kreatif dan inovatif, namun seluruh gagasan yang lahir harus tetap berada dalam koridor hukum. Menurutnya, pemikiran yang berbeda diperlukan, tetapi tidak boleh bertentangan dengan regulasi yang berlaku.

“Jangan sampai hal yang mudah dipersulit agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak menurun. Melayani masyarakat harus dilakukan dengan membahagiakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gede Suyasa juga menyoroti transformasi pelayanan di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng. Ia menegaskan paradigma baru Satpol PP harus dibangun melalui pendekatan edukatif, humanis, dan tetap berlandaskan aturan, sehingga penegakan ketertiban tidak selalu berujung pada konflik di lapangan.

“Saat ini, arah perubahan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Upaya penertiban papan reklame maupun penataan rumah-rumah tidak layak yang berdiri di pesisir pantai telah direspon dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Sekda Buleleng berharap seluruh ASN mampu menjaga integritas, terus meningkatkan kapasitas diri, serta hadir langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan akan lebih mudah dicapai ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama dalam semangat pelayanan dan kolaborasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....