Digitalisasi Perlinsos Dikebut, ASN Buleleng Diminta Bergerak Bersama

  • 09 Jul 2026 12:12 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mempercepat digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) sebagai upaya memastikan penyaluran bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Percepatan pendataan ini melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar target pendataan seluruh kepala keluarga dapat diselesaikan sebelum akhir Juli 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, saat memimpin Rapat Koordinasi Digitalisasi Perlinsos di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis, 9 Juli 2026. Kabupaten Buleleng menjadi salah satu daerah percontohan atau piloting project digitalisasi Perlinsos di Provinsi Bali sehingga percepatan pendataan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Gede Suyasa menegaskan seluruh kepala keluarga di Kabupaten Buleleng ditargetkan telah masuk ke dalam sistem digitalisasi Perlinsos paling lambat 31 Juli 2026. Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan penerima bantuan sosial secara lebih akurat sesuai kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Target kita seluruh kepala keluarga di Kabupaten Buleleng sudah masuk dalam sistem digitalisasi Perlinsos sebelum 31 Juli. Data ini akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan masyarakat yang benar-benar berhak menerima bantuan sosial," ujarnya.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Sekda Suyasa menginstruksikan seluruh ASN melakukan penginputan data secara mandiri untuk keluarganya masing-masing dengan pengawasan pimpinan perangkat daerah. Selain itu, sekitar 970 ASN akan ditugaskan sebagai Agen Perlinsos yang mendampingi masyarakat dalam proses penginputan data di lapangan.

Suyasa juga mengajak seluruh ASN bergotong royong membantu warga di lingkungan masing-masing yang memerlukan pendampingan. Menurutnya, proses penginputan data tidak rumit karena masyarakat hanya perlu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), selanjutnya sistem akan menampilkan data yang telah terintegrasi.

"Proses penginputannya sangat mudah. Cukup memasukkan NIK, selanjutnya sistem akan menampilkan data yang telah terintegrasi. Karena itu kami mengajak seluruh ASN bergotong royong membantu masyarakat agar target pendataan dapat tercapai," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman, menjelaskan digitalisasi bantuan sosial merupakan implementasi kebijakan pemerintah pusat untuk mempercepat penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran. Melalui sistem tersebut, pendataan tidak hanya menyasar calon penerima bantuan, tetapi mencakup seluruh kepala keluarga di Kabupaten Buleleng.

Pendataan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat yang telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) maupun melalui pendampingan Agen Perlinsos. Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan seluruh proses pendataan selesai sesuai jadwal sehingga data yang dihasilkan menjadi dasar penyaluran bantuan sosial yang lebih valid, transparan, dan tepat sasaran.

"Kabupaten Buleleng memiliki sebanyak 269.323 kepala keluarga yang menjadi target pendataan. Saat ini telah disiapkan 3.371 Agen Perlinsos untuk mendukung percepatan penginputan data di lapangan. Dengan sinergi seluruh pihak, kami berharap pendataan dapat diselesaikan sesuai jadwal," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....