Disdikpora Buleleng Genjot Penanganan Anak Putus Sekolah
- 18 Mei 2026 07:19 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menggencarkan penanganan anak putus sekolah melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat.
Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyampaikan penanganan persoalan pendidikan tidak dapat hanya bertumpu pada sekolah formal. Menurutnya, keterlibatan pemerintah wilayah menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak.
Ia menjelaskan penguatan sinergi diperlukan agar proses pendataan, pengawasan, hingga pendampingan anak yang berpotensi putus sekolah dapat berjalan lebih efektif di tingkat masyarakat.
“Kami mendorong kolaborasi aktif untuk memastikan tidak ada anak di Buleleng yang tertinggal. Selain itu, kami tengah menggencarkan Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun sebagai upaya strategis mempersiapkan generasi muda yang lebih kompetitif,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menyatakan pihaknya siap mendukung langkah tersebut melalui penguatan program literasi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Ia mengatakan pengembangan budaya membaca dan peningkatan kemampuan literasi menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan masyarakat secara menyeluruh.
“Budaya literasi harus dibangun sejak dini dan diperkuat sampai ke tingkat masyarakat agar menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Melalui sinergi antarinstansi tersebut diharapkan penanganan anak putus sekolah serta peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Buleleng dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....