Disdikpora Buleleng Dukung Deteksi Dini Stres Akademik Berbasis AI

  • 17 Jul 2026 08:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng mendukung pengembangan deteksi dini stres akademik berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi peserta didik. Upaya tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Analisis Situasi dan Penyamaan Persepsi Pengelolaan Stres Akademik di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung FIP B Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kamis 16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesehatan mental peserta didik melalui inovasi berbasis teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Surya mengapresiasi penyelenggaraan forum ilmiah yang mengangkat isu pengelolaan stres akademik. Menurutnya, kesehatan mental peserta didik merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

"Kesehatan mental peserta didik menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan inovasi dalam mendeteksi dan menangani stres belajar sejak dini," ujarnya.

FGD tersebut merupakan rangkaian Program Bestari Saintek bertema AI Emotion Analytics dalam Living Lab Sekolah: Model Deteksi Dini Stres Belajar untuk Mengurangi Risiko Psikososial dan Menurunkan Biaya Intervensi Pendidikan. Program ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus merumuskan strategi pengelolaan stres akademik dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Gus Surya menilai penerapan teknologi AI dapat menjadi solusi inovatif untuk membantu sekolah mengenali potensi stres belajar sejak dini. Dengan deteksi yang lebih cepat, sekolah diharapkan mampu memberikan pendampingan yang tepat sehingga perkembangan akademik maupun sosial-emosional peserta didik tetap terjaga.

"Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan sangat diperlukan agar inovasi ini dapat diterapkan secara optimal dalam mendukung kesehatan mental peserta didik," katanya.

FGD tersebut turut dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha, Prof. Dr. I Gusti Lanang Parwata. Melalui forum ini diharapkan lahir rekomendasi dan inovasi yang mampu memperkuat kebijakan pengelolaan kesehatan mental peserta didik sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....