Rakercab Pramuka Buleleng, Susun Program Adaptif Hadapi Tantangan Zaman
- 26 Apr 2026 05:17 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Sabtu 25 April 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja serta menyusun langkah ke depan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Rakercab diikuti jajaran pengurus Kwarcab Buleleng, badan kelengkapan, kwartir ranting se-Buleleng, Dewan Kerja Cabang (DKC), hingga Dewan Kerja Ranting (DKR). Seluruh peserta terlibat aktif dalam pembahasan arah kebijakan organisasi ke depan.
Ketua Panitia Rakercab, I Dewa Made Susastra Ginata, menyampaikan bahwa Rakercab merupakan ruang penting untuk memperkuat perencanaan organisasi. Evaluasi program sebelumnya serta penyusunan strategi ke depan menjadi fokus utama dalam forum tersebut.
“Rakercab ini menjadi wadah untuk memperkuat perencanaan sekaligus merumuskan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program,” ujarnya.
Ia menambahkan, Rakercab 2026 mengusung tema penguatan Pramuka Buleleng dalam mendukung ketahanan pangan menuju Indonesia Emas. Tema ini dinilai relevan dengan tantangan pembangunan daerah dan nasional ke depan.
Dalam pembahasan, peserta dibagi ke dalam empat komisi. Komisi A membahas kebijakan strategis dan inovasi kwartir, Komisi B fokus pada program pembinaan anggota, Komisi C mengulas aspek organisasi dan pengembangan, serta Komisi D membahas pengabdian masyarakat, bela negara, dan kehumasan.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Bela Negara, dan Lingkungan Hidup Kwarda Bali, I Gede Agus Arjawa Tangkas, menekankan pentingnya transformasi organisasi agar tetap relevan di era digital.
Ia menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam pola komunikasi dan pengelolaan organisasi.
“Demi eksistensi organisasi ini dan tetap relevan di kalangan muda, kita harus mengikuti perkembangan digitalisasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan anggota Pramuka dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan lingkungan dan kebencanaan. Menurutnya, keterlibatan dalam penanganan bencana harus didukung dengan keterampilan teknis yang memadai.
“Untuk terjun ke lokasi bencana perlu keterampilan khusus, tidak bisa hanya mengandalkan tenaga dan semangat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Buleleng dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Putu Ariadi Pribadi, menyebut Rakercab sebagai forum demokrasi organisasi yang strategis.
Ia menjelaskan, Rakercab tidak hanya menjadi ajang evaluasi program kerja tahun 2026, tetapi juga sebagai ruang perencanaan program tahun 2027 yang lebih terarah dan terukur.
“Rakercab ini menjadi wadah untuk mensosialisasikan program kerja 2026 sekaligus merencanakan program kerja tahun 2027 serta mengevaluasi program yang telah berjalan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap Rakercab mampu menghasilkan program yang inovatif, sistematis, dan menjangkau lebih banyak anggota Pramuka. Hal ini penting dalam membentuk generasi muda yang cakap dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui Rakercab ini, Kwarcab Buleleng didorong untuk terus berinovasi dan memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....