Kurangi Beban TPA Bengkala, Pengangkutan Sampah Terapkan Ganjil Genap

  • 25 Apr 2026 09:03 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - TPA Bengkala di Kabupaten Buleleng kini menghadapi kondisi overload akibat tingginya volume sampah yang mencapai sekitar 400 ton per hari. Untuk mengurangi beban tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng menerapkan sistem pengangkutan sampah berbasis tanggal ganjil dan genap dari rumah tangga.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya. Tanpa pemilahan, beban TPA Bengkala yang saat ini sudah tinggi akan semakin sulit dikendalikan.

“Mulai minggu ini kami terapkan sistem ganjil genap. Tanggal ganjil untuk sampah organik, sedangkan tanggal genap untuk sampah non-organik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, TPA Bengkala dengan luas sekitar 7,8 hektare saat ini menerima sekitar 400 ton sampah per hari, yang sebagian besar berasal dari kawasan perkotaan. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 12 persen yang mampu dikelola.

“Kalau sampah tidak dipilah dari rumah tangga, maka akan terus menumpuk. Ini yang ingin kita percepat melalui kebijakan ganjil genap,” ucapnya.

Selain itu, sistem pengelolaan di TPA Bengkala yang sebelumnya masih menggunakan metode open dumping kini mulai diarahkan beralih ke controlled landfill. Langkah ini dilakukan agar pengolahan sampah lebih ramah lingkungan dan sesuai regulasi.

Penerapan sistem ganjil genap ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan pengolahan sampah di hilir, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Terlebih, sebagian besar desa di Buleleng telah memiliki TPS3R yang dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Kami sangat berharap masyarakat bisa disiplin memilah sampah dari rumah. Ini kunci utama agar pengelolaan sampah di Buleleng bisa lebih cepat dan efektif,” katanya menegaskan.

Melalui kebijakan ini, pihaknya optimis dapat menekan volume sampah yang masuk ke TPA Bengkala sekaligus mencegah kondisi overload semakin parah di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....