BPBD Payakumbuh Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Siswa Disabilitas
- 08 Apr 2026 19:11 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh menggelar sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi bagi guru dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) B Aua Kuning, Payakumbuh Selatan, Rabu, 8 April 2026. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana bagi kelompok rentan di daerah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut pemerintah kota dalam mitigasi bencana yang inklusif yang merupakan upaya pengurangan risiko bencana yang adil, setara bagi masyarakat. “Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan (disabilitas, lansia, anak-anak, perempuan) sebagai subjek aktif,” ujarnya.
Ia mengatakan, penyandang disabilitas kerap menghadapi hambatan dalam berinteraksi dengan lingkungan, terutama dalam situasi darurat. “Fokus kami adalah memastikan aksesibilitas informasi, fasilitas evakuasi, dan perencanaan bagi semua orang tanpa terkecuali,” kata Devitra.
Sebagai penyandang disabilitas siswa SLB memiliki keterbatasan yang membutuhkan pendekatan khusus dalam penanggulangan bencana. "Kegiatan ini sangat penting dan spesifik karena siswa SLB sebagai penyandang disabilitas memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik yang membutuhkan pendekatan khusus,” ujarnya.
Devitra menekankan, edukasi mitigasi bencana harus disertai praktik langsung agar lebih efektif dan mudah dipahami. “Kami tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melakukan simulasi evakuasi agar siswa dan guru terbiasa serta tidak panik saat menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Sementara itu, Kepala SLB B Aua Kuning, Silvia Witvita, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan sekolah. “Kami sangat terkesan karena kegiatan ini tergolong baru bagi warga sekolah kami, namun memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan pemahaman kebencanaan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan kesiapan seluruh warga sekolah. “Siswa menjadi lebih paham, sementara guru juga semakin siap dalam mendampingi dan mengarahkan mereka saat kondisi darurat,” katanya.
Sementara itu, kegiatan ini diikuti sebanyak 50 siswa dan 12 guru, dengan durasi pelaksanaan selama tiga jam. Narasumber sosialisasi tersebut melibatkan Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Payakumbuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....