Pemdes se-Buleleng Adu Pengetahuan, Perkuat Budaya Antikorupsi

  • 27 Mar 2026 10:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Lomba Cerdas Cermat antar perangkat desa se-Kabupaten Buleleng memasuki babak semifinal dan final dalam rangka HUT Ke-422 Kota Singaraja. Kegiatan yang mengusung tema “Cerdas Regulasi Tegas Antikorupsi” ini digelar di Aula SMKN 3 Singaraja, Kamis 26 Maret 2026.

Sebanyak sembilan desa terbaik dari masing-masing kecamatan tampil bersaing menunjukkan kemampuan, yakni Desa Pelapuan, Sembiran, Jagaraga, Gesing, Tinga-tinga, Tamblang, Mayong, Nagasepaha, dan Panji. Mereka sebelumnya telah lolos dari babak penyisihan yang digelar di masing-masing kecamatan.

Bupati Buleleng melalui Asisten I Sekda, Putu Ariadi Pribadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana meningkatkan kapasitas aparatur desa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng, kami mengapresiasi kegiatan ini. Lomba ini bukan sekadar adu pengetahuan, tetapi juga mencerminkan kesiapan perangkat desa dalam mengawal amanah rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, desa saat ini berperan sebagai subjek pembangunan yang memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan dana desa. Oleh karena itu, pengelolaan harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin desa di Buleleng tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga bersih dari korupsi. Transparansi harus menjadi kebutuhan, bukan lagi beban,” tegasnya.

Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Buleleng, I Putu Karuna, menjelaskan lomba ini bertujuan meningkatkan pemahaman perangkat desa terkait regulasi dan tata kelola keuangan. Hal ini penting untuk mencegah kesalahan administrasi yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

“Melalui lomba ini, kita ingin memastikan aparat desa memahami tata kelola keuangan yang benar sehingga program yang dijalankan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang tepat sasaran agar tidak menimbulkan program yang tidak berdampak bagi masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi langkah preventif dalam mencegah praktik korupsi di tingkat desa.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya antikorupsi di lingkungan pemerintahan desa serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, desa yang menjadi pemenang diharapkan dapat menjadi contoh dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih di Kabupaten Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....