Menjadi Relawan PMI Dimulai Dari Kepedulian Terhadap Sesama

  • 19 Jul 2026 12:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Peran relawan muda semakin dibutuhkan dalam mendukung berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari penanganan bencana hingga edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya memberikan bantuan saat kondisi darurat, relawan juga berperan membangun budaya peduli dan tanggap terhadap lingkungan sekitar.

Hal tersebut disampaikan Relawan PMI Kabupaten Buleleng, Andika dan Ari, Relawan PMI Kabupaten Buleleng, saat berbagi pengalaman dalam program Obrolan SPADA PRO 2 RRI Singaraja beberapa waktu lalu. Keduanya menegaskan bahwa menjadi relawan bukan soal mencari pengalaman semata, melainkan tentang kesiapan untuk hadir membantu sesama kapan pun dibutuhkan.

Perjalanan menjadi relawan mereka dimulai sejak aktif di PMR saat masih bersekolah. Dari organisasi tersebut, keduanya mengenal berbagai keterampilan dasar pertolongan pertama serta nilai-nilai kemanusiaan yang kemudian mendorong mereka melanjutkan pengabdian melalui KSR ketika memasuki dunia perkuliahan.

"Keinginan membantu sesama tumbuh sejak mengikuti PMR dan akhirnya membuat kami melanjutkan menjadi relawan di KSR," ujar Andika. Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap orang lain.

Saat bertugas di lapangan, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesiapan mental. Ari menjelaskan bahwa relawan sering berada dalam situasi penuh tekanan, terutama ketika menangani korban bencana atau kondisi darurat yang melibatkan banyak orang. Dalam situasi tersebut, relawan harus mampu berpikir jernih agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat.

"Yang paling penting bagi relawan adalah tetap tenang, sabar, dan fokus agar bisa memberikan pertolongan secara maksimal," kata Ari. Sikap tersebut menjadi bekal penting agar pelayanan kemanusiaan tetap berjalan dengan baik meski berada dalam kondisi yang tidak mudah.

Selain berbagi pengalaman, kedua narasumber juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu bergabung menjadi relawan PMI. Mereka menegaskan bahwa pelatihan relawan saat ini lebih humanis dan berorientasi pada penguasaan keterampilan pertolongan pertama, pelayanan kesehatan, serta kerja sama tim. Kesempatan bergabung juga terbuka luas melalui PMR di sekolah maupun KSR di perguruan tinggi sehingga siapa pun yang memiliki kepedulian dapat mulai belajar menjadi relawan sejak usia muda.

Andika dan Ari berharap semakin banyak anak muda yang memanfaatkan teknologi secara positif untuk menyebarkan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana, aksi kemanusiaan, dan semangat gotong royong. Menurut mereka, relawan sejati tidak hanya hadir ketika bencana datang, tetapi juga mampu menanamkan nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat solidaritas yang terus tumbuh, generasi muda diharapkan menjadi kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....