Waspadai Fase Kritis DBD, Demam Turun Belum Tentu Sembuh

  • 25 Apr 2026 03:50 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius, terutama saat musim hujan dan perubahan cuaca ekstrem. Banyak masyarakat mengira saat demam mulai turun, pasien sudah dalam kondisi membaik. Padahal, justru pada fase tersebut pasien bisa memasuki fase kritis yang sangat berbahaya.

Fase kritis DBD biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-7 setelah demam pertama muncul. Pada fase ini, suhu tubuh memang terlihat menurun, namun trombosit dapat terus turun drastis dan kebocoran plasma darah mulai terjadi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan syok hingga kematian. Hal tersebut diungkapkan dr. Nyoman Triska Arianti saat mengisi dialog Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Singaraja, Jumat, 25 April 2026.

Lebih lanjut ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah ketika demam pasien mulai mereda. Pemantauan kondisi tubuh, asupan cairan, serta pemeriksaan laboratorium tetap harus dilakukan secara rutin.

“Namanya fase kritis karena ini fase yang rentan, pasien kalau dari patofisiologi penyakit, serangan virusnya itu bisa menimbulkan kebocoran plasma atau kebocoran cairan di dalam tubuh, itu yang berbahaya, yang bisa menyebabkan berbagai gejala," ujarnya.

Dokter umum yang bertugas di RSUD Kabupaten Buleleng ini menyebut, gejala yang perlu diwaspadai pada fase kritis antara lain tubuh lemas, nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, mimisan, gusi berdarah, pendarahan pada saluran cerna, tangan dan kaki dingin, serta penurunan kesadaran.

Kesadaran masyarakat terhadap fase kritis DBD menjadi kunci penting untuk menekan angka kematian akibat penyakit ini. Demam turun bukan berarti sembuh, melainkan saat yang paling menentukan keselamatan pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....