Waspada Fase Kritis DBD, Jangan Terkecoh saat Demam Turun
- 01 Mei 2026 14:10 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Masyarakat diimbau untuk tidak lengah terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama saat kondisi demam mulai menurun. Pasalnya, fase tersebut justru bisa menjadi masa paling berbahaya dalam perjalanan penyakit.
Dokter umum RS Bali Med Buleleng, dr. Ryu Han Dhamma saat dialog Pro 1 RRI Singaraja, Jum'at, 1 Mei 2026, menjelaskan bahwa fase kritis DBD umumnya terjadi pada hari keempat hingga kelima sejak awal demam.
“Pada fase kritis biasanya demam justru mulai turun, tetapi kondisi pasien tidak membaik. Pasien cenderung lemas, nafsu makan menurun, bahkan bisa muncul tanda bahaya,” kata dr. Ryu Han Dhamma saat dialog Pro 1 RRI Singaraja, Jum'at, 1 Mei 2026.
Ia menambahkan, kondisi ini kerap disalahartikan sebagai tanda kesembuhan oleh masyarakat, sehingga penanganan justru terlambat dilakukan.
“Banyak yang mengira saat demam turun itu sudah sembuh, padahal bisa jadi justru masuk fase kritis. Ini yang sering menyebabkan keterlambatan penanganan,” ujar dr. Ryu menambahkan.
Beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah, hingga penurunan kesadaran. Jika gejala tersebut muncul, pasien disarankan segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Selain itu, pemantauan trombosit juga menjadi salah satu indikator penting dalam penanganan DBD. Penurunan trombosit dapat meningkatkan risiko perdarahan dan komplikasi serius.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih memahami pola penyakit DBD dan tidak mengabaikan gejala, terutama pada masa kritis, guna mencegah dampak yang lebih fatal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....