Tren Diet Anak Sekolah, Antara Gaya Hidup Sehat dan Ikut-ikutan

  • 12 Apr 2026 15:08 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Tren menjaga pola makan atau diet kini tidak hanya populer di kalangan orang dewasa, tetapi juga mulai digemari oleh anak-anak sekolah. Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya pelajar yang sadar akan pentingnya menjaga bentuk tubuh dan kesehatan sejak usia muda. Namun, di balik tren tersebut, muncul pertanyaan apakah pola diet yang mereka jalani sudah tepat atau sekadar ikut-ikutan tren di media sosial.

Dalam beberapa tahun terakhir, pola diet seperti clean eating, intermittent fasting, hingga mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat mulai dikenal luas oleh pelajar. Banyak dari mereka terinspirasi dari konten kreator di TikTok dan Instagram yang membagikan tips diet praktis dan hasil transformasi tubuh yang terlihat instan. Hal ini membuat diet menjadi sesuatu yang terlihat “keren” dan layak dicoba, tanpa memahami kebutuhan nutrisi tubuh yang sebenarnya masih dalam masa pertumbuhan.

Berdasarkan berbagai sumber kesehatan, remaja sebenarnya membutuhkan asupan gizi yang seimbang untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif. Diet yang terlalu ketat justru berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, dan kalsium. Dampaknya bisa berujung pada menurunnya konsentrasi belajar, mudah lelah, hingga gangguan kesehatan jangka panjang.

Meski begitu, tidak semua tren diet di kalangan pelajar berdampak negatif. Sebagian anak sekolah mulai beralih ke kebiasaan yang lebih sehat, seperti mengurangi makanan cepat saji, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta rutin minum air putih. Kesadaran ini menjadi sinyal positif bahwa generasi muda mulai peduli terhadap gaya hidup sehat, meskipun masih perlu diarahkan dengan benar.

Peran orang tua dan pihak sekolah menjadi sangat penting dalam mengedukasi anak-anak terkait pola makan yang sehat. Edukasi gizi seimbang, pemahaman tentang kebutuhan kalori harian, serta pentingnya sarapan tidak boleh diabaikan. Selain itu, lingkungan sekolah juga dapat mendukung dengan menyediakan pilihan makanan sehat di kantin.

Di sisi lain, tekanan sosial juga menjadi faktor yang memengaruhi tren diet di kalangan pelajar. Standar tubuh ideal yang sering muncul di media sosial membuat sebagian anak merasa tidak percaya diri, sehingga memilih diet ekstrem untuk mendapatkan bentuk tubuh tertentu. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat memicu masalah kesehatan mental seperti body image issues.

Dengan demikian, tren diet di kalangan anak sekolah sebaiknya diarahkan menjadi gaya hidup sehat yang seimbang, bukan sekadar mengikuti tren. Pola makan yang tepat, diimbangi dengan aktivitas fisik dan istirahat cukup, menjadi kunci utama menjaga kesehatan. Edukasi yang tepat akan membantu pelajar memahami bahwa diet bukan soal kurus semata, tetapi tentang hidup lebih sehat dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....