Waspadai GERD dan Risiko Komplikasi Seriusnya

  • 27 Jan 2026 10:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD merupakan gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya katup lower esophageal sphincter (LES) yang seharusnya mencegah isi lambung kembali naik. 

Ketika katup tersebut tidak berfungsi optimal, asam lambung dapat mengiritasi dinding kerongkongan secara berulang. Gejala GERD sering kali dianggap sepele karena mirip dengan maag biasa, seperti rasa terbakar di dada, nyeri ulu hati, mulut terasa asam, hingga mual. Padahal, jika terjadi terus-menerus tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Komplikasi GERD paling umum terjadi pada kerongkongan. Paparan asam lambung yang berulang dapat menyebabkan peradangan atau esofagitis, yang ditandai dengan nyeri saat menelan dan sensasi tidak nyaman di dada. 

Dalam jangka panjang, peradangan ini bisa memicu terbentuknya jaringan parut yang menyebabkan penyempitan kerongkongan atau striktur, sehingga penderita mengalami kesulitan menelan makanan. Selain itu, salah satu komplikasi yang paling diwaspadai adalah Barrett’s esophagus, yaitu perubahan sel-sel normal kerongkongan menjadi sel abnormal akibat iritasi kronis. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya kanker esofagus, meskipun tidak semua penderita Barrett’s akan mengalami kanker.

Dampak GERD tidak hanya terbatas pada sistem pencernaan. Asam lambung yang naik hingga ke tenggorokan dapat menyebabkan radang tenggorokan kronis, suara serak, batuk berkepanjangan, bahkan memperburuk kondisi asma. 

Pada beberapa kasus, asam lambung dapat terhirup ke saluran pernapasan dan memicu gangguan paru-paru seperti pneumonia aspirasi. Selain itu, paparan asam juga dapat merusak lapisan enamel gigi, menyebabkan gigi menjadi sensitif dan mudah berlubang. Karena gejalanya sering tidak disadari sebagai akibat GERD, banyak penderita baru menyadari kondisinya setelah komplikasi muncul.

Mencegah komplikasi GERD membutuhkan penanganan yang konsisten dan menyeluruh. Perubahan gaya hidup menjadi langkah awal yang penting, seperti mengatur pola makan, menghindari makanan berlemak, pedas, dan asam, tidak langsung berbaring setelah makan, serta menjaga berat badan ideal. 

Menghentikan kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi kafein juga sangat dianjurkan. Selain itu, konsultasi medis diperlukan untuk mendapatkan terapi yang tepat, baik berupa obat penurun asam lambung maupun pemeriksaan lanjutan jika gejala berlangsung lama. Dengan penanganan yang tepat sejak dini, risiko komplikasi serius akibat GERD dapat diminimalkan, sehingga penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....