Implementasi Program MBG Berbasis Data yang Presisi

  • 28 Apr 2026 14:49 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kesuksesan program Makan Bergizi Gratis atau MBG tidak hanya diukur dari ketepatan waktu distribusi, tetapi juga keamanan konsumsi bagi setiap anak. Koordinasi riwayat data kesehatan anak antara orang tua dan pihak sekolah dapat menghindari risiko medis, seperti alergi makanan pada anak penerima manfaat program.

Implementasi program MBG di sekolah-sekolah memerlukan basis data yang presisi. Menurut Tenaga Ahli Gizi UPTD LPDI Dinas Pendidikan Kota Padang, Dr. dr. Zuhrah Taufiqa, daftar riwayat kesehatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen perlindungan bagi siswa.Guru di sekolah harus memegang kendali atas informasi medis ini agar saat pendistribusian makanan berlangsung, tidak ada anak yang terpapar bahan pangan pemicu alergi.

Selain penguatan data, Dr. Zuhrah juga memberikan catatan strategis terkait komposisi menu. Ia menyarankan agar setiap paket MBG idealnya menyertakan dua jenis sumber protein. Langkah tersebut dianggap sebagai solusi cerdas untuk memberikan opsi bagi anak.

“Jika seorang anak dihadapkan pada satu jenis protein yang memicu alerginya, misalnya telur atau ikan, ia masih memiliki pilihan protein cadangan dalam paket yang sama,” jelas Dr. dr. Zuhrah Taufiqa, Senin, 27 April 2026.

Kehadiran dua protein ini tidak hanya memperkaya nilai gizi, tetapi juga menjadi jaring pengaman agar anak tetap mendapatkan asupan nutrisi optimal meski memiliki batasan diet tertentu.

Dengan integrasi data kesehatan yang baik dan diversifikasi protein dalam satu piring, program MBG diharapkan mampu menekan angka malnutrisi tanpa mengabaikan faktor keamanan pangan dan kondisi biologis unik setiap anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....