Dinas KUKM Agam Perkuat Peran KDMP sebagai Pemasok MBG dan Sub Terminal Agribisnis
- 19 Jun 2026 01:11 WIB
- Padang
RRI.CO.ID,Padang – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kabupaten Agam menggelar pelatihan bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) guna memperkuat kapasitas koperasi sebagai Sub Terminal Agribisnis (STA) dan pemasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 17 Juni 2026. Pelatihan bertema Roadmap Pengembangan Koperasi Desa Berbasis Agribisnis, Membangun Organisasi, Mengembangkan Usaha dan Meningkatkan Kesejahteraan Anggota tersebut diikuti 26 KDMP yang telah memiliki gerai dan menjalankan kegiatan usaha.
Panitia pelaksana, Eva Salmi, mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali pengurus koperasi dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu berperan sebagai STA sekaligus menjadi bagian dari rantai pasok Program MBG di wilayah masing-masing. “Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam mengembangkan usaha berbasis agribisnis dan mendukung program strategis pemerintah,” ujarnya.
Kepala Dinas KUKM Kabupaten Agam, Endrimelson, saat membuka kegiatan menjelaskan pelatihan tersebut dirancang untuk mendukung dua peran strategis KDMP sebagaimana sejalan dengan Asta Cita Presiden RI serta Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Menurutnya, KDMP diharapkan mampu menjalankan fungsi ganda sebagai Sub Terminal Agribisnis di tingkat nagari dan menjadi bagian resmi dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis.
“Pelatihan ini membekali pengurus KDMP dengan roadmap dan keterampilan. Hal ini agar koperasi mampu berfungsi sebagai Sub Terminal Agribisnis nagari sekaligus subplayer rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis di wilayahnya,” kata Endrimelson.
Ia menambahkan, melalui penguatan kapasitas tersebut, koperasi diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, melakukan hilirisasi produk pertanian di tingkat nagari, serta menjadi lumbung pangan masyarakat. Selain itu, KDMP juga dituntut memenuhi standar sebagai pemasok komoditas untuk Program MBG sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggota dan masyarakat.
“KDMP harus mampu menjadi STA dan supplier untuk MBG. Dua peran ini akan membuat koperasi semakin mandiri dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang koperasi, agribisnis, serta pengembangan usaha. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran KDMP sebagai penggerak ekonomi nagari sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Endrimelson berharap hasil pelatihan dapat segera diimplementasikan oleh masing-masing KDMP melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas layanan usaha, serta pengembangan jaringan kemitraan dengan pelaku usaha dan kelompok tani. Dengan demikian, koperasi desa di Kabupaten Agam dapat tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....