Dapur MBG Diresmikan, Percepat Penanganan Stunting di Pasaman Barat
- 27 Apr 2026 14:16 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Cahaya Langowan Nusantara di Nagari Lingkuang Aua Bandarejo di Kabupaten Pasaman Barat diresmikan, Senin, 27 April 2026. Kehadiran dapur MBG tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat percepatan penanganan stunting.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Pasaman Barat, Harlina Syahputri, menegaskan MBG merupakan program strategis pemerintah pusat yang memberi manfaat besar bagi masyarakat. Khususnya anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG sangat relevan dengan kondisi Pasaman Barat yang masih menghadapi persoalan stunting. Berdasarkan data Februari 2026, angka stunting di Pasaman Barat masih berada di kisaran 10,5 persen, dan 2.675 baduta berisiko stunting, sebanyak 548 baduta di antaranya berada di Kecamatan Pasaman.
“Program ini sangat penting sebagai langkah intervensi nyata. MBG bukan sekadar menyediakan makanan untuk mengenyangkan, tetapi memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang baik untuk tumbuh kembang dan masa depan mereka,” katanya.
Ia menekankan, kesibukan orang tua kerap menjadi tantangan dalam pemenuhan gizi anak di rumah. Dengan adanya program MBG, kata dia, kebutuhan gizi anak, terutama saat berada di sekolah, dapat lebih terjamin.
Harlina juga meminta pengelola dapur memastikan penyaluran program tepat sasaran, terutama bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta baduta berisiko stunting. Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya terkait tinggi dan berat badan, tetapi juga menyangkut kualitas generasi di masa depan. Ia mendorong dapur MBG berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta DPPKBP3A dalam pendataan dan intervensi kelompok rentan.
| Baca juga: MBG Ramadan Dikemas Vakum, Aman dan Bergizi |
“Kami berharap pengelola menjaga kualitas, kebersihan, dan ketepatan sasaran. Makanan yang disajikan bukan hanya mengenyangkan, tetapi membangun masa depan generasi Pasaman Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Lingkuang Aua Bandarejo Adji Dwi Mahesa menjelaskan, pada tahap awal operasional, dapur MBG mulai melayani 1.048 siswa. Terdiri dari 290 siswa MAN 5 Pasaman, 707 siswa SDN 07 Pasaman, dan 51 siswa TK Marsita.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan masyarakat terus menguat agar program tersebut mampu meningkatkan kualitas gizi anak sekolah maupun ibu hamil. Kemudian berkontribusi dalam menekan angka stunting di wilayah Bandarejo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....