MBG Ramadan Dikemas Vakum, Aman dan Bergizi
- 28 Feb 2026 13:09 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Jua, Kota Padang berupaya tidak merapel pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa-siswi selama Ramadan. Chef SPPG Kampung Jua, Nelson mengatakan, jatah MBG untuk siswa disalurkan setiap hari.
“SPPG Kampung Jua menyalurkan MBG untuk 11 sekolah, mulai dari TK sampai SMP. Kami salurkan MBG setiap hari dengan penjemputan pada pukul 08.00 WIB dan pukul 10.00 WIB,” ucapnya pada RRI, Sabtu, 28 Februari 2026.
Selama Ramadan, kata Nelson, menu yang diberikan pada siswa yakni menu kering. Akan tetapi, bukan roti atau makanan kemasan instan yang dibeli dari distributor.
Makanan kering yang diberikan yakni makanan olahan dapur SPPG, seperti ayam ungkap, dimsum, pempek. Kemudian juga dipadu dengan kentang siap goreng, ubi-ubian dan buah.
“Makanan yang kami salurkan dikemas menggunakan sistem vakum (hampa udara) sesuai standar higiene sanitasi dan keamanan pangan untuk menjaga mutu gizi, mencegah kontaminasi, serta memperpanjang masa simpan. Produk dapat disimpan dalam suhu pendingin sesuai ketentuan agar tetap aman dan layak dikonsumsi apabila akan diolah kembali,” tuturnya.
Nelson menyebut, pengemasan MBG dengan baik bertujuan untuk menjaga kualitas dan nilai gizi tetap optimal, mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan. Kemudian memperpanjang masa simpan sesuai prinsip keamanan pangan, serta memastikan makanan tetap aman dikonsumsi apabila akan diolah kembali.
Nelson menambahkan, SPPG Kampung Jua memastikan memanfaatkan anggaran semaksimal mungkin untuk menyuguhkan paket makanan untuk siswa. “Saya rasa, jika sebuah SPPG menggunakan anggaran dengan bijak, sangat bisa untuk menyediakan makanan yang layak dan bergizi. Intinya ada tiga pilar pegangan kami, berkualitas, bergizi, dan Amanah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Sumatera Barat, Agung Adithia Lingga mengatakan, selama Ramadan, penyaluran MBG sebagian dalam bentuk menu kering. Akan tetapi, menu kering tetap memprioritaskan kesesuaian kandungan gizi sesuai pedoman. “Penyediaan MBG disesuaikan dengan anggaran dengan tetap memenuhi petunjuk teknis dari ahli gizi,” ucapnya.
Agung juga mengimbau SPPG untuk menginformasikan secara berkala melalui media sosial terkait menu dan kandungan gizi MBG yang akan disalurkan pada siswa setiap hari. Hal itu bertujuan agar masyarakat penerima, khususnya orang tua memahami kandungan gizi agar tidak ada misinformasi terkait menu yang diberikan.